allwaygroup is the owner of www.allwaysdream.com

Kami adalah kelompok usaha yang memperoleh pendidikan melalui Koperasi Mahasiswa ITB Ahmad Dahlan, agar kami dapat Beridiri di atas Kaki Sendiri dan kami adalah anggota KOPMA ITB-AD

Kami adalah Kader Koperasi Mahasiswa Institut Bisnis Ahmad Dahlan Jakarta

Lakukanlah perubahan mulai dari sekarang, sekecil apapun itu mulai dari dirimu sendiri. KOPERASI BERDIRI MAHASISWA BERDIKARI

Space Available

Cocok buat iklan perusahan kamu.

Space Available

Cocok buat iklan perusahaan kamu.

Space Available

Cocok buat iklan perusahaan kamu..

Tuesday, July 16, 2019

Seruan Aksi!! Demo Gabungan antar Lembaga Mahasiswa Selasa 16 Juli 2019

Aksi Demo Gabungan antar Lembaga Mahasiswa Selasa 16 Juli 2019

Poster Seruan Aksi 16 Juli 2019 (Sumber Jejaring Sosial)

Situasi Orasi Mahasiswa di depan Istana Negara
Aliansi Mahasiswa 16 JULI BERDARAH (BERGERAK DARI HATI)
HIDUP MAHASISWA!!!
HIDUP RAKYAT INDONESIA!!!

Selasa, 16 Juli 2019 dilaksanakan Aksi Demo oleh gabungan lembaga Mahasiswa diantaranya Serikat Mahasiswa Paramadina, Universitas Islam Jakarta (UIJ), UNINDRA, UHAMKA, UIN Jakarta, UMJ, ITB Ahmad Dahlan, TRISAKTI, UNIAT, STEBANK. Seruan Aksi ini bertema 16 Juli Berdarah (Bergerak Dari Hati), Bergerak Ke Istana "Kalau semua pada akhirnya rekonsiliasi, Biar Mahasiswa yang jadi oposisi" dengan tujuan utamanya yaitu menuju ke Istana Negara.

Gejolak Perekonomian negara yang permai ini tak kunjung usai, hutang yang terus bertambah hingga mencapai angka Rp 5.520 triliun. solusi hutang yang dilakukan negara ini sudah menjadi hal yang wajar dilakukan oleh pemerintah untuk menutupi defisit APBN setiap tahunnya. Akan tetapi hutang ini menjadi suatu hal yang salah bila pengelolaannya tidak tertib sesuai dengan amanat undang-undang yang berlaku, terlebih tidak memperhatikan rasa keadilan dan kepatutan. Kemudian yang menjadi pertanyaan publik adalah kemana alokasi dana yang pinjam negara sampai Ribuann Triliun tersebut dan bagaimana tanggung jawab terhadap pengembaliannya?

Peningkatan utang tentu tak lepas dari ekspansi belanja pemerintah yang tak diiringi oleh peningkatan penerimaan pajak. Baru baru ini pemerintah memberikan diskon pajak sebesar 300% kepada pengusaha. Diskon pajak yang diberikan seringkali tidak menghasilkan efek positif yang diharapkan. Bahkan seringkali diskon pajak tersebut bersifat redundant (mubazir), di mana sebenarnya tanpa diskon pajak investasi tetap akan masuk, sehingga pada akhirnya diskon pajak yang diberikan hanya menjadi windfall (durian runtuh) bagi investor, tanpa memberikan manfaat yang seimbang bagi negara. Masuk akal apabila terdapat dugaan bahwa rentetan kebijakan diskon pajak yang diberlakukan oleh pemerintahan Jokowi dianggap politik balas jasa pada pengusaha pendukung petahana.

Tentu hal ini harus dihindari dan tidak boleh terjadi di negara yang saat ini sedang tidak baik-baik saja. Terlebih lagi Hutang negara akan ditanggung oleh kami mahasiswa generasi muda bangsa, padahal yang berhutang adalah pemerintahan saat ini yang haus dengan ambisi politik golongannya.

Dengan aksi 16 Juli 2019 kemarin, dari Gabungan Aliansi Mahasiswa menyampaikan tuntutannya sebagai berikut :

Kami menuntut kepada pemerintah :

1. EKONOMI 
1. Menolak kebijakan pemerintah mengenai pemberian diskon pajak sebesar 300% terhadap pengusaha
2. Hentikan problema hutang negara yang tak kunjung usai
3. Stop impor berlebihan

2. KEMANUSIAAN 
1. Menuntut pemerintah agar kiranya memberikan hak-hak yang setimpal untuk keluarga korban KPPS.
2. Usut tuntas kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan
3. Usut tuntas kasus HAM berat di Indonesia

3. PENDIDIKAN 
1. Tuntut pemerataan fasilitas pendidikan di seluruh Indonesia
2. Tolak sistem zonasi pendidikan

Bila tuntutan ini tidak dipenuhi, maka kami pastikan sikap dan kebijakan-kebijakan pemerintah saat ini yang tersebut diatas bertentangan dengan cita cita pendiri bangsa melalui pancasila dan UUD 1945. (*Aksi 16 Juli 2019)

Sunday, July 14, 2019

Ceritaku Bisnis Kado Murah Wisuda || Wedding || Ulang Tahun


Halo kawan-kawan semua, Bagaimana kabarnya?
kali ini lagi maraknya bisnis online nih, bahkan semuanya bisa kita bisnis-Kan. Setuju atau setuju?
yah betul, karena  dengan melihat peluang usaha kita bias memulai berbisnis. Salah satunya bisnis dari keahlian desain grafis yaitu dengan menjual “ Desain Kado Murah, Karikatur murah, Vektor Murah, Editing Foto, Editing video, cetak banner, edit banner, desain foto dan masih banyak lagi loh” ini yang mimin sedang jalankan saat ini. Alhamdulillah rasanya sangat nikmat ya kawan-kawan, karena bias menambahkan uang saku kita loh. Mimin kebetulan saat ini sedang merantau nih di Ciputat, Tangerang Selatan. Kalo asal usul mimin mah jauh kawan-kawan tapi masih di pulau jawa sih.heeee…
Mimin berasal dari kota pulau NAPI ,,, Uhhh seremm…
apaan tuh min??
yah itu pulau Napi yaitu pulau Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, heee… Yaps mimin berasal dari kota Cilacap, Adipala, Bunton…
Mimin memulai usaha ini sejak masa kuliah semester akhir kawan-kawan,, saat itu mimin ingin sekali hobi yang mimin miliki bisa menghasilkan uang tambahan. Alhamdulillah berkat do’a dan dukungan banyak pihak, mimin memberanikan diri nih buat coba-coba upload di media social (Instagram), eh gak tahunya ada yang nanya harga, karena mimin jual murah,,, cus langsung tuh PO (Purchase Order) orangnya minta dibungkus.wkwkwkwk
Alhamdulillah saat itu mimin jual masih belum berani pakai bingkau, baru hardfile aja jualnya karena mimin takut pecah kacanya, soalnya mimin belum pernah jualan online, apalagi ini ada bahan kacanya.
Alhamdulillah allah selalu memberikan jalan kepada hambanya yang berjuang, saya dapat rekomendasi nih cara-cara buat packingnya,, Alhamdulillah ternyata aman. Walaupun setelah berikutnya kurir tidak mau menerimanya lagi karena ada bahan kaca, terus mimin cari-cari akal terus. Alhamdulillah berhasil, sampai sekarang barang selalu aman jika di kirim ke seluruh Indonesia. Dan Alhamdulillah usaha mimin tercatat sebagai usaha desain kado grafis paling murah di Indonesia. Buat kawan-kawan yang belum percaya bias cek di Instaram mimin @allways_group disitu ada ratusan transaksi pengiriman barang ke seluruh Indonesia. Thanks kawan-kawan (*Bersambung)
 
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 



Tuesday, June 25, 2019

Menuju Koperasi Modern, Belajar dari Koperasi Kelas Dunia


Menuju Koperasi Modern, Belajar dari Koperasi Kelas Dunia
Penulis : Aldy Wirawan, H.C
Sumber : www.google.com

Siapa tidak tahu koperasi. Sebuah wadah yang sering jadi penyelamat bagi para ibu yang kesulitan keuangan menjelang Idul Fitri atau tahun ajaran baru. Tempat menabung sebagian  gaji para karyawan, atau penyedia kebutuhan petani dan usaha kecil.  Umumnya, persepsi sebagian besar masyarakat koperasi adalah tempat meminjam uang, yang kadang cicilannya dilupakan.
Ah, tapi itu dulu. Dulu sekali, saat masyarakat belum faham apa itu koperasi, seperti yang terjadi di negara sebelah di dunia maya, dan bukan di negara kami tercinta Indonesia.

Menelaah Kembali Tentang Koperasi di Indonesia
Bicara koperasi, harus diawali dengan membuka Undang-undang No 25 tahun 1992 Tentang Perkoperasian. Undang-undang ini sempat diganti dengan undang-undang No 17 Tahun 2012 Tentang Perkoperasian, akan tetapi umurnya tidak lama dan kembali ke Undang-undang No 25 Tahun 1992.  Menurut undang-undang tentang perkoperasian, koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang-seorang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas asas kekeluargaan. Landasan Koperasi adalah Pancasila dan Undang-undang dasar 1945 serta berdasar atas asas kekeluargaan.

Merujuk pada Undang-undang koperasi, maka jelas bahwa koperasi adalah badan usaha yang :
1.  Beranggotakan orang-perorang atau badan hukum koperasi
2. Menganut prinsip koperasi, yang terdiri dari : a.  keanggotaan bersifat suka rela dan terbuka; b. pengelolaan dilaksanakan secara demokratis; c. pembagian sisa hasil usaha dilakukan secara adil sebanding dengan besarnya jasa usaha masing-masing anggota; d. pemberian balas jasa yang terbatas terhadap modal; e. kemandirian.
3.  Landasan koperasi adalah Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945
4. Asas koperasi : kekeluargaan

Undang-undang koperasi, menunjukkan bahwa organisasi ini memiliki nilai luhur. Dapat dikatakan, kalau koperasi sangat tepat dengan karakter bangsa Indonesia. Akan tetapi, mengapa koperasi hingga saat ini masih berkesan tradisional, dan  jauh dari kata profesional,  Dengan konsep yang demikian bagus, apa yang salah dengan koperasi?  Apakah kesalahan ada di  anggota, salah pengurus, atau salah dalam niat mendirikan koperasi?

Perlukah benchmarking atau contoh baik dalam berkoperasi? Menurut depkop.go.id beberapa koperasi di Indonesia masuk dalam daftar koperasi terbaik dunia menurut internatinal Cooperative Alliance. 5 peringkat pertama koperasi terbaik menurut ICA, dapat dilihat pada uraian di bawah ini. 

Mengintip Profil  Koperasi Besar di Dunia
Berdasarkan rilis yang dilakukan oleh International Cooperative Alliance (ICA) pada tahun 2016, terdapat 5 koperasi di dunia dengan perputaran bisnis terbesar, yaitu : 1. Groupe Credit Agricole (Perancis), 2. BVR (Jerman), 3. Groupe BPCE (Perancis),. Profil koperasi dengan peringkat terbaik dunia, adalah sebagai berikut :
Groupe Credit Agricole, Perancis
Kesulitan akses pembiayaan pertanian pada tahun 1884 menjadi inspirasi beberapa orang untuk mendidikan koperasi petani di tahun 1885. Berawal dari koperasi, di tahun 1894, Groupe Credit Agricole bertransformasi menjadi bank lokal. Di tahun yang sama, pemerintah mulai memberikan dukungan melalui legalitas dan kucuran pembiayaan. Terus berkembang, Groupe Credit Agricole, pada dekade 1900-1919 menjadi bank lokal dan regional. Di tahun 1920, mendapat kewenangan penyaluran kredit dari Kementrian Pertanian Perancis, Group Credit Agricole menjadi Bank Nasional. Terus berkembang, sejak tahun 2010 Groupe Credit Agricole bertransformasi menjadi badan usaha terbuka. Saat ini, Groupe Credit Agricole memiliki 27 Juta pelanggan retail, 9,3 juta anggota, dan 138.000 karyawan di seluruh dunia. 
Masih penasaran, bisa langsung menuju : www.credit-agricole.com

BVR Jerman (National of German Cooperative Bank)
BVR merupakan bank koperasi lokal dengan jaringan layanan di seluruh Eropa, terdiri dari 972 lembaga dan 11.787 cabang. Saat ini anggota yang dilayani oleh BVR sebanyak lebih dari 30 juta pelanggan, dengan anggota sebanyak 18,4 juta orang. Dibantu oleh 151.550 pekerja, BVR terus berusaha memberikan layanan khususnya bagi usaha mikro, kecil dan menengah. Info lengkap dapat dilihat di www.bvr.de

Groupe BPCE Perancis
Koperasi yang didirikan tahun 1878, memberi layanan pembiayaan yang  ditujukan dari, oleh dan untuk wirausaha supaya dapat membiayai usahanya sendiri. Lembaga ini terus berkembang menjadi Bank.  Fokus BPCE Perancis adalah umkm. Pada tahun 2009 BPCE menjadi bank terbesar ke-2 di Perancis, dengan jumlah pelanggan sebanyak 31,2 juta dan karyawan 108.000 orang. BPCE saat ini mengklaim memberikan kontribusi 20 % bagi perkembangan ekonomi di Perancis. Info lebih lanjut dapat dilihat di www.groupebpce.fr

Koperasi Indonesia Peringkat Dunia, ini Daftarnya.....
Indonesia pun di tahun 2012-2014 memasukkan beberapa koperasi ke dalam nominasi 300 koperasi dunia. Berdasarkan data dari ICA, di Indonesia, terdapat 3 koperasi yang masuk peringkat koperasi dunia, diantaranya adalah : 1. Koperasi Karyawan Telkomsel (Kisel), 2. Koperasi Warga Semen  Gresik.

Koperasi Karyawan Telkomsel (Kisel)
Kisel didirikan pada 23 Oktober 1996, sebagai entity support kebutuhan Telkomsel untuk menyediakan kebutuhan sumberdaya pendukung bisnis di Telkomsel. Bisnis utama Kisel pada bidang penyedia jasa penjualan dan distribusi, layanan umum, dan layanan infrastruktur telekomunikasi. Kisel kemudian mengembangkan 5 anak perusahaan, melakukan penggabungan 14 koperasi menjadi 1 koperasi, yaitu KISEL. Saat ini KISEL memiliki 1077 karyawan yang tersebar di 42 kantor cabang dan 11 wilayah di seluruh Indonesia. Peringkat ke 128 versi ICA diperoleh KISEL pada  tahun 2012 Informasi lebih lanjut mengenai KISEL dapat dilihat dit www.kiselindonesia.com




Koperasi Warga Semen Gresik (KWSG)
Satu lagi koperasi karyawan yang masuk dalam koperasi tingkat dunia. KWSG berdiri pada tahun 1963. Hingga tahun 1985, aktivitas koperasi adalah memberikan pelayanan pada anggota, yang merupakan karyawan di perusahaan Semen Gresik. Pada tahun 1986, KWSG mulai melakukan business support pada perusahaan semen gresik. Di tahun 1992, mulai dilakukan pengembangan bisnis strategis, diantaranya adalah perdagangan bahan bangunan, ekspedisi dan event organizer. Pada tahun 2015, KWSG mendirikan pabrik gress board. Di tahun 2017, terdapat 7 unit usaha yang dijalankan oleh KWSG. Dengan visi : mendominasi bisnis perdagangan bahan bangunan di Asia Tenggara, KWSG terus melakukan perbaikan layanan untuk peningkatan kesejahteraan anggota dan karyawan.  Laman mengenai KWSG dapat dilihat di  www.kwsg.co.id

Inikah Koperasi di era modern?
Takjub, dan luar biasa, saat saya  menjelajah ke situs koperasi yang masuk dalam kategori 5 kategori koperasi terbaik tingkat dunia versi ICA begitu pula dengan situs koperasi di Indonesia yang masuk ketegori kelas dunia. Ternyata, koperasi tidak kalah dengan perusahaan baik nasional maupun multinational. Ada beberapa catatan yang dapat menjadi contoh baik dari koperasi-koperasi tingkat dunia.

Manajemen yang profesional
Lompatan-lompatan yang dilakukan oleh koperasi tingkat dunia, menunjukkan profesionalisme dalam menjalankan usaha. Koperasi yang baik sudah pasti dikelola oleh pengurus yang amanah, serta manajemen yang profesional.

Digitalisasi Koperasi
Umumnya  koperasi tingkat dunia ini, sudah memanfaatkan sarana teknologi informasi (IT). Dapat dilihat dari situs masing-masing koperasi, dimana layanan IT sudah menjadi bagian dari bisnis koperasi. Mulai dari pendaftaran anggota, komunikasi, hingga laporan keuangan pun tersaji melalui internet. Bukan hanya berbasis web, sosial media pun juga menjadi media yang digunakan oleh koperasi untuk dapat berinteraksi dengan stakeholder dan shareholder.

Koperasi Memiliki Orientasi Bisnis yang Menyesuaikan Perkembangan Jaman  dan Anggota
Melihat dari pertumbuhan bisnis koperasi sejak awal berdiri hingga saat ini yang terus berkembang. Dapat dilihat dari pertumbuhan kantor cabang, jangkauan layanan yang terus meningkat. Yang pasti pertumbuhan layanan akan diikuti oleh pertumbuhan simpanan. Mau dapat pinjaman dari koperasi, ya harus mau menyimpan uang juga dong di koperasi. Selain itu, koperasi juga memiliki aktivitas bisnis yang terus bertumbuh. Tidak hanya stagnan pada satu unit bisnis saja. Sebagai contoh, Koperasi Warga Semen  Gresik, yang semula memiliki unit bisnis retail, saat ini memiliki 7 unit bisnis, atau Nunghyop Korea, yang semula fokus di layanan jasa keuangan, sekarang memiliki unit bisnis ternak besar hingga daging olahan.

Pertumbuhan anggota
Jumlah anggota dan penerima manfaat yang terus meningkat. Koperasi yang baik, sudah barang tentu akan terus mendapatkan pertumbuhan anggota. Kembali ke pada prinsip koperasi diantaranya adalah sukarela. Tidak ada paksaan saat mendaftar menjadi anggota koperasi. Artinya saat sebuah koperasi memiliki anggota yang tumbuh luar biasa, maka dapat dipastikan bahwa anggota nyaman menjadi anggota koperasi tersebut.

Koperasi Indonesia Masa Depan
Melihat profil koperasi yang sudah berhasil, sudah barang tentu akan menambah semangat kita untuk dapat mencapai apa yang sudah lebih dahulu dicapai oleh koperasi-koperai yang memiliki kinerja baik. Pastinya jalan yang ditempuh oleh koperasi tingkat dunia hingga hari ini tidaklah mudah. Melihat lompatan-lompatan yang telah dilakukan bukan tidak mungkin dapat dilakukan oleh koperasi yang lain, termasuk juga koperasi yang didirikan oleh anak muda. Melihat profil mereka menunjukkan bahwa koperasi tidak kalah dengan badan usaha lainnya, seperti perseroan terbatas. Apalagi dengan dukungan anggota yang jumlahnya tidak sedikit, sudah seharusnya badan usaha koperasi mendapatkan dukungan dari anggotanya. Sudah tidak jaman lagi, ungkapan bahwa koperasi itu “Ketua Untung Duluan” atau “Dinasti”, karena keputusan tertinggi koperasi adalah rapat anggota, bukan pengurus maupun pengawas. Artinya koperasi maju tidak hanya didukung oleh manajemen yang mumpuni melainkan juga oleh anggota yang peduli. Karena koperasi akan besar oleh anggota, sebagai sebuah badan usaha yang berasaskan kekeluargaan dan kembali, keputusan tertinggi ada di tangan Rapat Anggota.
Dari sisi pengguna, saat ini koperasi diminati oleh pegawai dan lanjut usia. Tidak menutup kemungkinan di masa depan 
generasi milenium akan menjadi motor penggerak koperasi. Koperasi era modern memang memerlukan penyesuaian dengan perkembangan jaman. 


Upaya Pemerintah Mendorong Modernisasi Koperasi
Sebagai salah satu dari sedikit negara yang memiliki kementrian yang secara spesifik menangani koperasi, Kementrian Koperasi melakukan upaya yang tidak sedikit. Dalam depkop.go.id, pada perayaan hari koperasi ke 69 tahun 2016 di Provinsi Banten,  menyampaikan bahwa terdapat  3 aspek penting yang harus dilakukan menuju reformasi koperasi modern sebagai berikut : rehabilitasi, reorientasi, dan pengembangan usaha koperasi. ada tiga hal yang diharapkan tidak terjadi lagi di koperasi, yaitu 1. Tidak menggunakan IT, 2. Tidak melakukan pelatihan, 3. Tidak menggunakan manajemen modern. 

Menuju modernisasi koperasi, dalam situs kementrian koperasi, beberapa aksi sudah dilakukan, diantaranya adalah digitalisasi koperasi melalui e-koperasi yag dilakukan oleh deputi pembiayaan, pelatihan melalui Deputi ESDM, dan perbaikan manajemen melalui program penyehatan koperasi.

e-koperasi
e-koperasi adalah aplikasi manajemen usaha koperasi dalam bentuk program komputer.  e-koperasi terdiri dari 5 modul, yaitu1. model general yang berisi data koperasi, kepengurusan, anggota koperasi, dan user aplikasi, 2. Modul simpan pinjam, 3. Akuntansi simpan pinjam, 4. Modul retail, dan 5. Akuntansi retail. Melalui paket program ini, diharapakan koperasi di masa depat akan dapat dikelola secara akurat, sehingga pengurus dan manajemen dapat melakukan pengelolaan usaha secara baik. Diharapkan melalui program ini koperasi akan lebih transparant, mengurangi konflik akibat ketidak akuratan informasi.
Program ini memiliki fungsi komputasi, penyimpanan, penyajian dan distribusi data dan informasi yang akurat dan handal secara otomatis, cepat dan efektif. Keunggulan dari pemanfaatan teknologi informasi ini diantaranya adalah
 1. Data dan informasi berkualitas, karena akurat, tepat waktu dan relevan,
 2. Program aplikasi dapat diperluas untuk menghasilkan beragam laporan sesuai dengan kebutuhan pengguna
 3.  Proses data menjadi informasi yang merupakan laporan   dapat diperoleh secara cepat dan dicetak,
 4.  Sangat memungkinkan akses data dan informasi dapat  digunakan secara online
 5.  Basis data merupakan kumpulan data (dokumen) saling terintegrasi yang disimpan secara bersama-sama pada suatu  media simpan, tanpa mengganggu satu sama lain.
Info lengkap mengenai e-koperasi dapat dilihat di www.pembiayaan.depkop.go.id

Pelatihan dan Sertifikasi Insan Koperasi
 Telah diluncurkannya Asean Economic Community (AEC) pada tahun 2015 menjadikan insan koperasi harus meningkatkan daya saing untuk dapat berkompetisi dengan negara lain di ASEAN. Kementrian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, melalui Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia, melakukan peningkatan kapasitas sumber daya manusia di koperasi melalui kegiatan pelatihan dan sertifikasi bagi insan koperasi. Sertifikasi kompetensi yang telah dilaksanakan, diantaranya adalah : 1. Koperasi Jasa Keuangan, 2. Koperasi Jasa Keuangan Syariah, 3. Profesi Pelaksana Ekspor, 4. Retail Koperasi,

Sedangkan kegiatan pelatihan untuk insan koperasi pun, sudah cukup lama dilakukan, baik bagi level manajer, pengurus, pengelola maupun anggota. Selain melalui Kementrian Koperasi, Gerakan koperasi yang dikomandani oleh Dewan Koperasi Indonesia juga memiliki ujung tombak dalam pendidikan koperasi, yaitu Lembaga Pendidikan Perkoperasian (Lapenkop), yang berada tidak hanya di ibukota negara, tetapi hingga Provinsi dan Kabupaten atau Kota

Pengawasan Koperasi 
Maraknya koperasi yang bermasalah, baik dari sisi kelembagaan maupun operasional mendorong pemerintah melalui Kementrian Koperasi dan UKM membentuk lembaga pengawasan koperasi. Lembaga yang berada di bawah langsung Deputi Pengawasan ini bekerja sama dengan OJK dan PPATK, untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat terhadap operasi lembaga berkedok koperasi yang bermasalah. Sudah bukan menjadi rahasia lagi, bahwa tidak sedikit segelintir orang yang menyalahgunakan badan hukum koperasi untuk melakukan operasi keuangan ilegal. Baik dalam bentuk rentenir berbadan hukum koperasi, maupun lembaga keuangan non bank yang jelas-jelas melakukan penipuan berbentuk koperasi. Melalui lembaga pengawasan yang saat ini sedang disiapkan tidak hanya di tingkat Pusat tetapi juga Provinsi dan Kabupaten atau Kota ini diharapkan dapat melakukan tindakan terhadap koperasi yang telah melanggar. Diharapkan dengan berperannya lembaga pengawasan koperasi, kepercayaan masyarakat terhadap keberadaan koperasi yang benar akan meningkat. 

Butuh dukungan dari berbagai pihak untuk dapat menjalankan koperasi dengan benar, terutama hingga dapat memberikan manfaat bagi anggota, karyawan, masyarakat sekitar dan negara. Jika kembali melihat pada kesuksesan koperasi besar yang berprestasi tingkat dunia, pasti tidaklah mudah. Akan tetapi, jika mereka bisa, harusnya kita juga bisa mengikuti keberhasilan mereka.
Di era digital saat ini, di saat informasi dengan mudahnya diperoleh, kembali pada tekad para anggota dan pengelola koperasi termasuk pengurus dan pengawas. Koperasi adalah milik anggota sepenuhnya dimana keputusan tertinggi pun ada di rapat anggota, artinya saat anggota tidak peduli terhadap keberlangsungan dan kemajuan koperasi, jangan harap koperasi akan maju.




Terbit Rabu, 26 Juni 2019 (Koran TangselPos)



Writer :
Aldy Wirawan, H.C
 aldoet_schatzi

Kader KOPERASI MAHASISWA ITB-AD

Thursday, May 16, 2019

Teks Pidato Perwakilan Wisuda Kelulusan ( Kesan dan Pesan Wisuda )



Full Teks Pidato perwakilan kesan dan pesan Wisuda kelulusan STIE AHmad Dahlan Jakarta (ITB Ahmad Dahlan Jakarta Tahun 2018)
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Assalaamu’alaikum Wr.Wb.
Alhamdulillaahi robbil’aalamiin
Washolatu Wassalaamu ‘ala Muhammadin, Wa ‘Ala Aalihi Washohbihi Ajma’iin

Dan seandainya pohon-pohon di bumi menjadi pena dan laut (menjadi tinta), ditambahkan kepadanya tujuh laut (lagi) sesudah (kering)nya, niscaya tidak akan habis-habisnya (dituliskan) kalimat Allah. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

(QS. Luqman, ayat 27)

 

Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang 
(QS. An Nahl, ayat 18).

Semoga berkah dan rahmat Allah SWT mengiringi setiap detik, dan detak jantung kita. Sholawat beserta salam semoga senantiasa terlimpah curahkan kepada Sang Revolusioner Sejati Nabi Muhammad SAW.

Yang kami hormati:
§  Ketua Majelis Pendidikan Tinggi, Pimpinan Pusat Muhammadiyah,
§  Narasumber Orasi Ilmiah
§  Koordinator Kopertis Wilayah III DKI Jakarta
§  Ketua Badan Pembina Harian STIE Ahmad Dahlan Jakarta beserta para Anggota BPH.
§  Ketua dan Anggota Senat STIE Ahmad Dahlan  
§  Ketua STIE Ahmad Dahlan  beserta para Wakil Ketua
§  Bapak/ Ibu Dosen dan Karyawan STIE Ahmad Dahlan  
§  Ketua Ikatan Alumni (ILUNI) STIE Ahmad Dahlan  
§  Para Orang Tua Wisudawan/Wisudawati.
§  Bapak/Ibu Para Tamu Undangan.
§  Dan yang paling berbahagia:
“Wisudawan/Wisudawati yang  selalu optimis menghadapi tantangan zaman....”   

            Kala fajar di ufuk senja, “Bathin bergerumuh penuh gelora, Senyum manis penuh suka gembira, Beribu rasa tak dapat dilukiskan dengan kata-kata.” Demikianlah suasana hati kami, Wisudawan/Wisudawati yang hari ini memakai toga.

Hadirin yang kami muliakan,
Perkenalkan nama saya Dwi Panuntun, ijinkan saya berdiri di sini mewakili teman-teman wisudawan/wisudawati untuk menyampaikan sepatah kata pada hari yang berbahagia ini.
            Kurang lebih empat tahun kami bergelut dengan buku, berjuang dengan tinta, berdebat dalam forum diskusi dan kajian ilmiah, serta memikul tumpukan tugas kuliah. Terkadang penat melanda, kadang rasa bosan dan lelah menggoda. Namun Alhamdulillah, syukur kepada Allah SWT,  godaan itu hilang tiba-tiba, ketika teringat Ayahanda dan Ibunda tercinta. Hingga pada akhirnya tidak terasa, karena motivasi kuat mengejar cita-cita, hari ini kami telah dinyatakan lulus dan memakai toga wisuda. Selamat kawan....
Tepuk tangan untuk kita semua.....

Hadirin....Kami pun merenung sejenak, ternyata perjuangan kami selama ini belum ada artinya jika dibandingkan dengan Perjuangan Dua Orang yang sangat berjasa. Jika bukan karena mereka, kami bukanlah siapa-siapa.     Untuk itulah, mewakili ungkapan hati dari seluruh wisudawan/ wisudawati, izinkanlah Kami untuk mengucapkan TERIMA KASIH untuk Kedua Orang Tua Kami.... Terima kasih Ibu... Terima kasih Bapak....
Ayah....., Bunda...., yang setiap hari keringatnya mengalir tak pernah berhenti untuk kehidupan kami, yang bahunya hampir patah memikul beban berat untuk memperjuangkan penghidupan, yang sajadahnya selalu dibasahi cucuran air mata, bersujud-bersimpuh dihadapan-Nya, memanjatkan do’a agar kami sukses, menjadi Ahli Madya, menjadi Sarjana, menjadi Master, menjadi Doktor, menjadi ORANG YANG BERGUNA bagi Nusa, Bangsa dan Agama. Terima kasih Ayah... Terima kasih Bunda.... Kami sadar bahwa “Kasih sayang Ayah dan Bunda kepada kami, tidak akan mampu kami balas, sampai kapan pun...” 

Bapak, Ibu serta wisudawan/wisudawati yang saya hormati….
            Hari ini telah lahir para pembawa peradaban baru, semoga menjadi catatan sejarah negeri. Lahirnya para ahli madya, sarjana, master, cendekiawan-cendekiawan muda lulusan STIE AHMAD DAHLAN JAKARTA yang diharapkan mampu berkontribusi untuk membangun Bangsa Indonesia menjadi bangsa yang semakin berdaulat dan bermartabat. Kami yakin, Alumni STIE AHMAD DAHLAN mampu mewarnai lukisan sejarah negeri ini dengan tinta-tinta emasnya, tidak hanya menjadi penonton, tetapi menjadi pelaku-pelaku sejarah.
            Kami tidak mau menjadi sarjana yang egois, yang hanya memikirkan diri sendiri, yang  hanya bangga dengan ijazah dan gelar. Kami bertekad menjadi sarjana yang mampu berkontribusi dan berkarya secara nyata untuk memajukan peradaban bangsa ini, baik dengan pikiran, tenaga, materi, bahkan jiwa sekalipun.
Indonesia, dengan aneka ragam corak budaya dan kaya sumberdaya –baik SDA maupun SDM-, membutuhkan tangan-tangan pemuda yang kuat dan kreatif, untuk mengelola, mengolah  dan melestarikan sumber daya yang kita miliki. Pemuda adalah Garda Depan, Kader Pelopor Pembangunan negeri ini. Bung Karno pernah mengatakan: Beri aku 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut Semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia

Bapak, Ibu hadirin yang berbahagia,
            Setiap tahun Perguruan Tinggi Negeri maupun Swasta melahirkan ribuan sarjana. Perguruan tinggi tentu bangga lulusannya mampu diserap di perusahaan-perusahaan atau instansi pemerintah. Paradigma itu tentu tidak salah, namun akan lebih membanggakan lagi jika Perguruan Tinggi mampu melahirkan lulusan yang bisa menciptakan lapangan pekerjaan, menjadi wirausahawan sukses, turut mengentaskan pengangguran .
Alhamdulillah selama ini, Lulusan STIE Ahmad Dahlan, selain mampu berkompetisi di dunia kerja, sukses meniti karir di berbagai perusahaan/instansi, juga sudah banyak yang mampu memilih “jalan terjal” menjadi pengusaha. Menjadi saudagar membutuhkan “keberanian” dan mental “pantang menyerah”. Dengan berbagai pendekatan dan metode pembelajaran, kami yakin bahwa STIE Ahmad Dahlan akan semakin mampu menjawab tantangan zaman yang serba digital seperti sekarang ini. Aamiiin...

Kawan-kawanku... wisudawan/wisudawati yang kusayangi…
            Ingatlah bahwa perjuangan belum berakhir, di hadapan kita menumpuk sejuta tantangan yang harus dihadapi, persaingan begitu ketat di luar sana, marilah berlomba-lomba Menjadi Yang Terbaik. Betapa pun kerasnya tantangan hidup, tetaplah tegar seperti karang di lautan, mengalirkan seperti air, pandailah mencari solusi, dan tetap teguh memegang nilai-nilai.
Tidak menutup kemungkinan, suatu hari nanti, diantara kita ada yang menjadi Pengusaha Besar, menjadi Profesional sukses, menjadi Bupati, Walikota, Gubernur, Anggota DPR, Menteri, bahkan Presiden. Maka, Pegang teguhlah nilai-nilai agama kita, tetap teguh dengan nilai-nilai luhur bangsa kita, Jangan Pernah Tergoda oleh “Tipuan Dunia Fana”. Selama masih memegang idealisme dan prinsip, Bismillah kita tidak akan pernah tergoda untuk menjadi Koruptor yang menyengsarakan rakyat Indonesia.
Semoga hadirnya kita Lulusan STIE Ahmad Dahlan ini, di berbagai lini kehidupan, menjadi secercah harapan Perubahan Bangsa Ke Arah Yang Lebih Baik. Aamiiin.

Untuk adik-adikku yang masih duduk di bangku kuliah...
Teruslah belajar dengan penuh keseriusan dan kegembiraan. Jangan lewatkan waktu yang berharga itu... tetaplah menjadi agent of change, menjadi agen-agen perubahan agar bangsa ini tetap optimis akan masa depan, dan tidak bosan untuk terus mengingatkan para penyelenggara negara agar tetap pada jalan yang benar. Teruslah menyuarakan hati dan harapan rakyat Indonesia.
Kami bangga, adik-adik tetap semangat berkiprah menjadi aktivis progresif di berbagai lembaga yang ada, diantaranya; Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Seni Bela Diri Tapak Suci Putera Muhammadiyah,  Badan Perwakilan Mahasiswa (BPM), Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Perhimpunan Mahasiswa Pecinta Alam ALPINISTE, UKM Sanggar KUMMIS (Kumpulan Mahasiswa Muhammadiyah Insan Seni), UKM Musik NASI BUNGKUS, UKM Olahraga, UKM Korps Mahasiswa Palang Merah, Ikatan Mahasiswa Manajemen (IMMADA),  Ikatan Mahasiswa Akuntansi (IMAKSI), dan Koperasi Mahasiswa (KOPMA) STIE Ahmad Dahlan.
  Adik-adikku.... Dunia kampus adalah dunia yang menawarkan sejuta keindahan dan sejuta jalan untuk menggapai cita-cita mulia. Karena itu, jadilah mahasiswa yang mampu mewarnai dunia kampus, jangan pernah berhenti berkarya, gali kreatifitas-kreatifitas unggul, dan ukirlah prestasi gemilang. Telah banyak prestasi yang telah diraih oleh mahasiswa STIE Ahmad Dahlan, diantaranya: Juara Nasional Duta Generasi Berencana Indonesia dua tahun berturut-turut yang diadakan oleh BKKBN (semoga tahun ini kembali Juara Nasional), Juara I menulis karya ilmiah se-Jabodetabek Banten, Juara Nasional Festival Teater yang diselenggarakan oleh Dewan Kesenian Jakarta, Juara Umum Futsal se-DKI Jakarta, 2 orang Mahasiswa STIEAD berhasil mengikuti Asia Student Summit di Seoul-Korea Selatan, 2 orang Mahasiswa STIEAD berhasil mengikuti program Youth Education and Entrepreneur Summit (YESS) di Istanbul-Turki, serta deretan prestasi lainnya yang membanggakan.

Hadirin yang kami muliakan,
Kami menghaturkan terima kasih yang tidak terhingga kepada Bapak dan Ibu Dosen STIE Ahmad Dahlan yang telah membimbing kami, dan membentuk kami menjadi insan berilmu, berdaya saing tinggi, dan berakhlak mulia, sesuai dengan Visi STIE Ahmad Dahlan.
Juga kepada para dosen pembimbing Tugas Akhir, yang sabar mengarahkan kami, untuk membuat sebuah karya ilmiah yang baik dan berkualitas, hingga kami merasakan nikmatnya wisuda dalam momen bahagia ini. Semoga Allah SWT, mencatat semua kebaikan Bapak dan Ibu Dosen sebagai amal jariah, ilmu yang bermanfaat. 
Terimakasih kami ucapkan kepada seluruh Civitas Akademika STIE Ahmad Dahlan tercinta yang telah berjasa mambantu kami dalam menempuh dan menyelesaikan studi dengan baik. Kami berharap, ikatan silaturrahim yang telah terjalin, terus terjaga.
            Akhirul kalam, Kepada Orang Tua Kami, Bapak/Ibu Dosen, dan seluruh tamu undangan,  Kami memohon doa dan restu agar kami terus maju dan mampu mengembangkan diri. Semoga ilmu yang kami peroleh di STIE Ahmad Dahlan Jakarta dapat kami amalkan, untuk turut serta membangun bangsa, negara dan agama, membangun Peradaban Dunia yang Harmoni dan Damai.
Aamiin ya Rabbal ‘alamin.

Billaahi Fii Sabiililhaq, Fastabiqul Khoirat.
Wassalaamu’alaikum wr.wb

Wednesday, April 24, 2019

RESPONSIF MAHASISWA DALAM MENGHADAPI POLITIK IDENTITAS


 RESPONSIF MAHASISWA DALAM MENGHADAPI POLITIK IDENTITAS

Oleh : Faisal Abdul Rachman


Berbicara tentang politik, tentu tidak terlepas dari kehidupan sehari-hari. Manusia adalah makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri, oleh karena itu pasti terjadi interaksi diantara sesama. Setiap individu pasti menginginkan kesejahteraan, yang bisa didapat dengan berbagai cara, dan sesungguhnya kesejahteraan bagi setiap individu yang relatif.
Namun, dalam prosesnya pasti tidak seluruh posisi bisa di  tempati oleh setiap individu, maka dari itu terdapat persaingan menuju kesejahteraan itu, dalam hal ini berubah menjadi sebuah tujuan dasar yang hendak dicapai. Tujuan dapat dicapai melalui berbagai cara, kendati demikian usaha untuk menduduki suatu posisi agar dapat memiliki kewenangan dalam menata sebuah sistem dari skala yang lebih besar demi mewujudkan kepentingan serta cita-cita tertentu, itulah yang bisa kita katakan sebagai sebuah politik. Sederhananya, politik dapat ditemukan dalam berbagai unsur dan tingkatkan di keseharian masyarakat.
Definisi Politik Identitas
Politik adalah usaha yang di tempuh oleh warga negara untuk mewujudkan kebaikan bersama. Dalam hal ini, saya ingin mengkaji politik dari segi pemerintahan dan kepentingan suatu negara. Setiap negara jelas memiliki warga/penduduk agar dapat berdaulat, setiap warga memiliki identitas masing-masing yang membedakan antar individu dengan individu yang lain. Identitas pada hakekatnya adalah cerminan diri sendiri yang menjadi pembeda yakni antara satu orang dengan yang lainnya.
Sedangkan dalam makna Identitas yang dikaitkan dalam sebuah bangsa adalah sebuah karakter yang menjadi jati diri sebuah bangsa, beserta pemahaman kehidupan bernegara dan pengetahuan yang ada di dalamnya. Identitas ada pada setiap manusia, begitu pula politik yang mengalir dalam kehidupan bermasyarakat, maka ada yang dinamakan dengan politik identitas, dan penting untuk mengetahuinya karena berhubungan dengan situasi politik beberapa tahun terakhir.
Politik identitas pada dasarnya adalah politik yang didasari atas kesamaan beranekaragaman bentuk sosial dalam masyarakat. Politik identitas ini dimanfaatkan untuk mendulang suara-suara dalam pemilihan demokrasi di berbagai belahan negara di dunia. Jika ditarik dari kesimpulan mengenai pengertian politik identitas dapat disimpulkan secara umum bahwa politik yang didasari pada kesamaan masyarakat yang terpinggirkan atau mencoba menghimpun kekuatan untuk meniadakan kelompok-kelompok tertentu.
Seorang  pepatah hebat Jerman pernah berkata “seburuk buruknya buta adalah buta akan politik” serasanya ungkapan itu sangat tepat melihat kontestasi politik dikanca nasional sekarang ini sedang berada dititik klimaksnya, terlebih-lebih praktek politik identitas yang sering dijadikan senjata bagi para calon untuk meraup suara dengan mengatasnamakan etnis,ras, agama atau golongan tertentu.
Peran Mahasiswa dalam Menghadapi Politik Identitas
          Mahasiswa tentu tidak boleh buta akan politik. Mahasiswa sebagai agent of change dituntut untuk kritis, melek, dan progesif terhadap dunia perpolitikan, sejatinya sebagai salah satu komponen yang progresif dalam menghadapi masalah perpolitikan, mahasiswa dipersatukan untuk menjadi satu tujuan yang sama, yaitu menjadi penyeimbang dalam pemerintahan, kemudian akan terjadi kesatuan aksi politik kelas yang progesif, yang mampu membuat kelopak mata para birokrat menghitam, membuat mereka ketakutan tidak karuan. Mahasiswa dituntut memiliki kesadaran politik karena tidak asing lagi bagi sebuah gerakan perubahan, sudah jamak terjadi apabila tiap gerakan mahasiswa memberikan yang terbaik bagi dunia perpolitikan.
Birokrasi yang dibangun dalam ranah perpolitikan di Indonesia sangat progresif dengan menciptakan relasi yang luas dan berbagai macam sinergisitas yang menjadi senjatanya, dalam artian lain berpolitik dengan sehat cenderung membangun asas sosialisasi secara meluas dan terkordinir sehingga mendapatkan peluang dalam berdakwah di dalamnya, berpikir mengenai politik bukanlah sebuah kegiatan yang negatif seperti masyarakat publik memandangnya dengan memiliki sifat pragmatis namun persepsi tersebut kurang relefan jika hanya memandang dengan satu sisi, di sisi lain ilmu politik sangat penting dimiliki oleh setiap masyarakat khususnya mahasiswa karena secaran kontekstual politik sama dengan mencerdaskan bangsa dan membangun kerangka berpikir yang dapat mengarahkan masyarakat untuk memiliki jiwa nasionalisme secara persuasi.
Identitas politisasi dimulai dengan melalui interprestasi secara ekstrim bertujuan untuk mendapat dukungan dari masyarakat luas yang merasa sama baik secara ras, entitas, agama, maupun elemen perekat lainnya yang sesuai dengan ideologi sebagai pengeratnya. Puritanisme atau ajaran kemurnian juga ikut andil dalam memproduksi dan mendistribusi ide kebaikan terhadap anggota secara satu sisi, di sisi lain menutup nalar perlawanan atau korektif anggota kelompok identitas tertentu.
Menyikapi politik identitas sebagai mahasiswa harus responsif dan bergerak cepat dalam menghadapi politik identitas. Pada politik identitias dapat digunakan dengan baik apabila dalam prakteknya di tunjukan untuk mencapai kesejahteraan masyarakat indonesia. Sebalikya apabila politik identitas tidak dimanfaatkan dengan baik tentu saja hal tersebut akan menjadi boomerang terhadap masyarakat kita sendiri. Realitanya politik memang dinamis, tidak hanya dalam memilih kawan atau lawan, tetapi juga dalam ideologi dan prinsip. Kita hidup di negara yang multikultular, maka dari itu kita sebagai mahasiswa yang berintelektualitas sangat menjunjung tinggi toleransi atau tenggang rasa untuk mendasari kehidupan di negara ini, karena itu adalah pondasi dasar dari persatuan dan berperan sebagai jembatan agar tercapai budaya politik yang sehat.
Peran Mahaasiswa Ditengah Kaum Milenial
Seiring dengan perkembangan zaman, kawula muda sekarang yang berjuluk generasi milenial nampaknya sudah lebih pintar dan cerdas memantau situasi perpolitikan nasional, sehingga rasanya sulit bagi mereka untuk didoktrin oleh pihak lain yang bersebrangan dengan pandangannya sendiri. Hal itu merupakan kemajuan tersendiri yang bisa dibanggakan dari generasi milenial sekarang, namun selain memiliki sisi positifnya tersendiri, tentu saja pandangan politik generasi milenial memiliki sisi negatifnya juga. Munculnya julukan milenial bagi generasi muda saat ini tidak pernah terlepas dari dampak globalisasi yang semakin berkembang pesat tanpa bisa dicegah perluasannya, rasanya sudah sulit bagi kita untuk tidak terpengaruh dampak globalisasi itu sendiri.
Pemuda saat ini memang sudah lebih paham politik, namun sayangnya pengetahuan seputar dunia politiknya masih terbatas, sebatas framing media yang sebetulnya masih harus dipertanyakan kembali kredibilitasnya, serta social media yang juga merupakan kendaraan baru bagi para elit politik untuk melakukan kampanye terselubungnya.
Framing media dan pasukan cyber yang telah disebarkan oleh beberapa pihak yang memang mempunyai kepentingan rasanya telah sukses merubah kiblat politik generasi milenial yang sekarang lebih percaya dengan kedua hal tersebut, padahal memahami politik sejatinya tidak bisa hanya sebatas dipahami lewat “opini” beberapa pihak yang kemudian diviralkan, tetapi memang harus dikuasai secara penuh dengan cara berpartisipasi dan terlibat secara langsung didalamnya untuk betul-betul paham serta menguasai ilmu dinamika perpolitikan.
Sebagai kawula muda yang memang merupakan generasi penerus bangsa kita dituntut untuk menjadi pembaca yang kritis, terlebih seorang mahasiswa yang dikenal sebagai “Agent of Change” yang memiliki keunggulan tersendiri disisi intelektualnya, mengingat mereka adalah golongon siswa yang beruntung karena telah mendapat gelar “maha” dan mengenyam bangku pendidikan yang lebih tinggi sehingga dianggap mampu dan dapat menjadi penerang ditengah redupnya praktik politik positif di Indonesia.
Mahasiswa mempunyai salah satu PR dalam rangka menghadapi Politik Identitas yang semakin kental merasuki setiap elemen dan golongan masyarakat. Tidak lepas dari pengaruh globalisasi, dewasa ini masyarakat milenial selalu menjadikan sosmed seperti Instagram, Facebook dan Twitter serta berbagai macam sosial media lainnya menjadi “kiblat” ideologi, pandangan dan presepsi mereka. Bak petir di siang bolong, dampak yang diciptakan oleh media sosial ini seperti efek domino yang terkadang sering kalap dan diluar kendali, sehingga seringkali sulit dibendung efeknya.
Mahasiswa harus selalu menyikapi persoalan yang beredar di sosial media dengan tenang dan bijak, pasalnya isu-isu yang sering digulingkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab menjadi masalah besar yang seringkali menghampiri masyarakat. Sikap dan perilaku mahasiswa harus jelas dan konkrit dalam menyikapi isu-isu tersebut yang seringkali menggiring opini publik. Setiap perilaku mahasiswa harus terus dijaga baik dalam dunia konvensional maupun dunia maya, begitupun dalam menanggapi politik identitas berkedok isu sosial dan SARA yang kerap menjadi viral dan menjadi topik yang santer beredar disetiap lini masyarakat.
Perjuangan itu tentu saja sulit untuk dilalui mahasiswa apalagi mahasiswa yang bergelar “mahasiswa masuk angin” yang malah akan memperkeruh suasana. Pentingnya untuk menjaga dan melindungi ideologi pancasila kita yang menjadikan setiap mahasiswa yang berperan dituntut untuk responsif dan juga progresif dalam menghadapi setiap problematika yang menerpa seperti bola panas yang bergulir ditengah masyarakat. Terdapat beberapa upaya untuk menanggulangi permasalahan diatas yang dapat dilakukan oleh mahasiswa untuk mengubah posisi isu politik identitas, dari ancaman kemudian menjadi peluang untuk mendorong optimalisasi penerapan ideologi Pancasila dalam rangka menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia baik dalam konteks politik, ekonomi, sosial dan kemasyarakatan.
Peran mahasiswa sebetulnya bukan hanya dalam konteks mendalami politik, tetapi lebih kepada penangkal dan penjaga dalam kiprahnya di dunia perpolitikan dalam negeri. Disamping itu sebagai mahasiswa wajib hukumnya untuk mengambil posisi netral dalam setiap gerakan politiknya, paling tidak ikut menyertakan nama ataupun mengatas namakan Persyarikatan dan organisasi dalam kegiatan politik apapun tanpa toleransi, apalagi gerakan tersebut hanya untuk hal cengceremet seperti meraih simpati masyarakat, menjatuhkan lawan, mendapatkan suara dan semua hal busuk lainnya dalam kedok apapun pada manuver politik semata. Tentu saja mahasiswa tidak bisa berjalan sendiri dalam menjaga netralitas politik dalam negeri, perlu adanya bantuan dan kerjasama dari berbagai unsur elemen masyarakat, serta sinergisitas antara pemerintah dan lembaga-lembaga swasta, organisasi kepemudaan dan kemasyarakat serta organisasi keagamaan lainnya untuk menciptakan keamanan dan kedamaian ditengah gejolak perpolitikan Indonesia.




---------------------------------------------------------------------------
Biodata Penulis :
Nama lengkap: Faisal Abdul Rachman
TTL:Jakarta/18-06-1998
Riwayat organisasi :
-Sekretaris Umum PK. IMM ITB-AD
-Ketua Bidang PSDA Kopma ITB-AD
-Sekretaris Bidang IMMADA ITB-AD
-Wakil Ketua Karang taruna Rw 06, Cipete Utara