allwaygroup is the owner of www.allwaysdream.com

Kami adalah kelompok usaha yang memperoleh pendidikan melalui Koperasi Mahasiswa ITB Ahmad Dahlan, agar kami dapat Beridiri di atas Kaki Sendiri dan kami adalah anggota KOPMA ITB-AD

Kami adalah Kader Koperasi Mahasiswa Institut Bisnis Ahmad Dahlan Jakarta

Lakukanlah perubahan mulai dari sekarang, sekecil apapun itu mulai dari dirimu sendiri. KOPERASI BERDIRI MAHASISWA BERDIKARI

Space Available

Cocok buat iklan perusahan kamu.

Space Available

Cocok buat iklan perusahaan kamu.

Space Available

Cocok buat iklan perusahaan kamu..

Wednesday, December 26, 2018

Pelatihan Pendidik/Konselor Sebaya Kota Tangerang Selatan

Dinas Pemberdayaan Masyarakat Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan KB (DPMP3KB) Kota Tangerang Selatan, mengadakan Pelatihan Pendidik/Konselor sebaya dan Guru BP serta strata PIK-R kepada siswa siswi SMA dan SMP sederajat yang ada di Kota Tangerang Selatan.
Pelatihan tersebut di kemas selama 2 hari dengan peserta yang berbeda setiap harinya yaitu pada Senin (20/02) sampai dengan Selasa (21/02) dengan jumlah peserta hari pertama dan kedua yaitu sama jumlahnya 55 orang.
Materi yang diberikan oleh beberapa Narasumber di tingkat Kota dan Provinsi sangat membukakan wawasan pengetahuan kepada adik-adik siswa siswi ini. Tidak kalah juga, DPMP3KB mengundang narasumber yang langsung dari remajanya yaitu Duta Mahasiswa GenRe provinsi Banten 2016 (Dwi Panuntun).
Paparan motivasi yang disampaikan kepada siswa-siswi ini agar remaja siap untuk berani mengatakan Triad KRR serta mengaplikasikannya dalam kehidupan yang sehat terbebas dari TRIAD KRR tersebut. Serta, memotivasi adik-adik juga agar bisa aktif di Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) yang ada disekolahnya. Karena PIK ini telah menjadikan wadah bagi Dwi Panuntun untuk bisa berkembang dan menjadi Duta Mahasiswa GenRe Provinsi Banten 2016 sampai sekarang.
Dwi Panuntun atau yang biasa disapa “Depe” ini memberikan motivasi selama menyampaikan materi kepada siswa-siswi agar menumbuhkan semangat para siswa siswi agar mampu membentuk PIK R disekolahmya, serta selalu aktif.

Harapan kepala bidang pemberdayaan masyarakat agar siswa-siswi yang mengikuti materi tersebut untuk bisa berbagi kepada teman-teman disekolahannya dan segera untuk membentuk PIK bagi sekolah yang memang belum mempunyai PIK agar materi yang didapatkan dapat di ingat serta di aplikasikannya dengan baik dalam lingkungan sekolah maupun dalam kehidupan masyarakat. Semangat terus buat teman-teman PIK R/M di seluruh Indonesia agar bisa terus #bergerak_menginspirasi.
#Kader KOPMA ITB-AD Jakarta
#Kader PK.IMM ITB-AD Jakarta

Pelantikan dan Serah Terima Jabatan Pengurus Demisoner ke Pengurus Baru KOPMA STIEAD periode 2017/2018


Ikrar Pengurus Baru yang dipimpin oleh DINAS Koperasi dan UKM Kota Tangerang Selatan

KOPMAGZ - Pelantikan pengurus dan pengawas koperasi mahasiswa (KOPMA) STIE Ahmad Dahlan kembali diadakan oleh anggota KOPMA STIE Ahmad Dahlan pada Kamis, (27/4/2017). Berlangsung di ruang pertemuan Sjahrir Nurut, kampus A STIE Ahmad Dahlan. Kegiatan ini dihadiri oleh Adi Supandi selaku perwakilan dari dinas koperasi kota Tanggerang Selatan dan Ahsin Abdul Wahab, MA. Selaku perwakilan pimpinan kampus.
Pelantikan pengurus dan pengawas merupakan salah satu agenda tahunan KOPMA STIE Ahmad Dahlan, sebagai wujud secara simbolik pergantian kepengurusan. Selain itu, didalamnya juga dilaksankan prosesi serah terima jabatan secara simbolik oleh ketua umum demisioner kepada ketua umum baru. “Alhamdulillah, pelantikan dapat berjalan dengan lancar. Semoga dengan kepengurusan baru KOPMA STIE Ahmad Dahlan semakin banyak inovasi-inovasi untuk anggota dan masyarakat. Sekaligus, kepengurusan baru bisa amanah dan lebih baik lagi”. Ujar Slamet selaku ketua pelaksana dalam sambutannya.
Diketahui, ketua umum pengurus baru yang telah disumpah janji oleh dinas adalah Muhammad Prabuhatta Prawira yang sebelum adalah anggota KOPMA STIE Ahmad Dahlan yang berkontribusi aktif didalamnya. Sedangkan, ketua umum pengawas baru yang juga disumpah janji bersamaan dengan pengurus oleh dinas adalah TB Yudha Lesmana, dimana sebelumnya menjabat sebagai pengurus KOPMA STIE Ahmad Dahlan ketua devisi sumber daya anggota. Pada pelantikan kali ini ketua umum demisioner dwi panuntun memberikan sambutan terakhirnya, sekaligus memberikan motivasi bagi anggota KOPMA untuk terus maju. “Pada kesempatan ini bisa dibilang adalah sambutan terakhir saya sebagai pengurus, karena saya akan menjadi anggota lagi setelah ini. Untuk itu dengan hadirnya wajah kepengurusan baru maka kedepannya KOPMA STIE Ahmad dahlan harus lebih bewarna lagi”. Ujarnya saat sambutan. Selain ketua umum demisioner, ketua umum baru Muhammad Prahatta Prawira juga menyampaikan pidato perdananya sebagai pengurus KOPMA, didalamnya disampaikan, dukungan anggota dan kontribusinya dalam mengembangkan KOPMA STIE Ahmad Dahlan agar menjadi KOPMA yang produktif dan aktif. “Saya perwakilan dari jajaran pengurus, ingin menyampaikan bahwa majunya KOPMA, suksesnya kepengurusan kami adalah karena kontribusi anggota dalam menjadikan KOPMA STIE Ahmad Dahlan berperan aktif sehingga dapat dikenal warga kampus STIE Ahmad Dahlan maupun masyarakat sekitar”. Ujarnya.
Diketahui, peserta pelantikan ini adalah anggota KOPMA STIE Ahmad Dahlan dan para tamu undangan perwakilan dari setiap unit kegiatan mahasiswa (UKM) STIE Ahmad Dahlan. Hal ini sengaja dikonsep secara tertutup agar pelantikan yang merupakan acara sakral ini dapat berlangsung dengan hikmat. (Utami.Red)

Tuesday, December 25, 2018

Sepenggal Cerita Anak Panti Asuhan

"Sepenggal Cerita Anak Panti Asuhan"

Oleh : Darul Kosman
Mahasiswa penerima beasiswa Bidikmisi
Payakumbuh, Sumatera Barat


“Menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap umat manusia dan mendapatkan ilmu adalah hak bagi setiap umat manusia. Tanpa melihat dan memperhatikan fisik, kekayaan dan darimana kita berasal siapapun berkesempatan untuk merasakan indahnya pendidikan”. Ya begitulah rangkaian kata yang selalu terlintas dalam benakku…

Darul,, begitulah orang-orang memanggilku…!!!
Keluarga besar di Panti Asuhan saat lomba MTQ Nasional
tingkat Kabupaten
Terlahir sebagai anak bungsu dari tiga bersaudara sekaligus menjadi anak laki-laki tunggal membuat saya menjadi pribadi yang kuat dan tangguh dalam melewati sela-sela kehidupan. Berada ditengah-tengah keluarga dengan keadaan ekonomi yang seadanya menuntut saya untuk tidak bermanja-manja. Aba (panggilan Ayah) dan Umi (panggilan Ibu) mereka adalah malaikat tanpa sayap yang Allah titipkan untuk saya, tapi apa boleh dikata, ikatan pernikahan mereka harus kandas ditengah jalan dikarenakan Aba mengalami stres dan pemikiran yang bisa dibilang tidak normal lagi. 1995 tahun dimana kondisi pahit ini menimpa keluarga kami, semenjak itu Umi menjadi Ayah sekaligus Ibu bagi ketiga anaknya. Bekerja banting tulang mencari upah ke lahan orang, tak kenal lelah tak kenal dengan teriknya matahari dan dinginnya tetes hujan, kaki menjadi kepala dan kepala menjadi kaki rela dilakukan demi menyambung hidup.. ya sawah lah menjadi kantor Umi selama ini.
Singkat cerita, lulus Sekolah Dasar (SD) pada tahun 2007, membuat saya merasa bimbang apakah mungkin bisa melanjutkan ke pendidikan SMP??? Namun disini Allah  menunjukan kuasa-Nya. Ditawarkan untuk tinggal di Panti Asuhan merupakan kesempatan terbesar yang tidak boleh saya lepaskan hingga pada akhirnya sayapun melanjutkan pendidikan SMP dengan memilih tinggal di panti asuhan. Memiliki banyak teman dan keluarga baru, puluhan orang dari berbagai daerah dan keadaan ekonomi yang bisa dibilang sama hidup dan tinggal disatu atap. Setiap hari kami bercanda, belajar, bermain, dan dilatih untuk memasak serta kegiatan kesenian, semuanya saya lalui dengan penuh kegembiraan, meskipun kadangkala rasa sedih dan rindu akan suasana rumah datang menghampiri. Selama menempuh pendidikan SMP Alhamdulillah saya selalu masuk 10 besar bahkan 3 besar, kebanggaan tersendiri bisa berada diposisi ini. Waktupun terus berjalan hingga tahun 2010 kata luluspun saya dapatkan.
Setelah lulus SMP saya merasa sangat bimbang serasa ingin tinggal dirumah lagi Namun, saya terus berpikir apa jadinya nanti kalau kembali kerumah?? Umi yang sudah berumur, Aba yang keadaanya seperti itu membuat saya untuk tetap bertahan tinggal di panti asuhan. Hingga pada tahun 2010 saya melanjutkan pendidikan ke SMA, ya MA Plus Barulak, sebuah sekolah swasta yang hanya terdiri dari tiga kelas, siswanya yang tidak sampai seratus orang dan bisa dibilang sekolah untuk anak-anak yang memiliki ekonomi rendah. Tapi saya berpikir negeri ataupun swasta besar dan kecilnya sekolah belum pasti menentukan kualitas diri dan pola pikir seseorang, karena bagi saya keyakinan, ketekunan, dan kerajinanlah yang membuat diri seseorang tampak berkualitas. Syukur tiada henti selama SMA saya aktif dalam anggota marching band, selalu masuk tiga besar dan mengikuti beberapa perlombaan dan olimpiade akademik tingkat kabupaten. Kelas 1, kelas 2 dan kelas 3 saya lalui dengan rasa gembira, hingga pertengahan 2013 pun datang, Alhamdulillah kata lulus kembali melengkapi kebahagian bisa menamatkan sampai bangku SMA. Canda, tangis bahagia menjadi pengiring kebahagian, serasa semua beban sudah hilang, tidak ada lagi sekolah, tidak ada lagi tugas !!!! Senang??? ya, begitulah perasaanku sangat bisa menamatkan bangku pendidikan SMA. Selepas dari itu rasa sedih kembali merajai perasaanku, kenapa???, tahun 2013 saya harus keluar dari rumah kedua saya. Sedih setelah  6 tahun tinggal dipanti asuhan tapi harus bagaimana lagi, berat rasanya kaki ini untuk dilangkahkan. Tetapi diisisi lain kebahagiaanpun perlahan menutupi kesediahan ini karena saya sudah bisa tinggal dengan keluarga saya lagi.”
Cerita saya belum berakhir sampai disini, Kuliah !!! ya ucapan dan pertanyaan yang sering orang lontarkan kepada saya, tapi saya hanya membalas dengan senyuman dan candaan, seakan-akan pertanyaan itu hanya sebuah mimpi yang tak akan pernah terwujud. Jujur, memang tidak ada kepikiran untuk melanjutkan ke perguruan tinggi, menghitung dan mendengar banyaknya biaya yang harus disiapkan dan dikeluarkan untuk perkuliahan. Tapi, suatu ketika salah seorang alumni SMA saya menawarkan untuk mengisi formulir pendaftaran mahasiswa melalui jalur PMDK (undangan) disalah satu Perguruan Tinggi Negeri di Sumatera Barat. Ya Politeknik Pertanian Universitas Andalas (Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh). Ingin???? Tentu saja saya ingin untuk mengisinya, tapi pertimbangan ekonomi keluargapun kembali menjadi persoalannya. Tapi saya tidak putus asa, saya memberanikan diri untuk mengisi formulir tersebut sekaligus mendaftar beasiswa Bidik Misi dan melengkapi semua persyaratannya.
Haripun terus berjalan, dengan hati yang berdebar-debar menunggu saat pengumuman PMDK pun datang. 27 Mei 2013 hari yang dinantikan datang, sekitar jam 13.00 WIB siang, saya menerima pesan melalui hp dari alumni yang menawarkan saya kuliah, Syukur Alhamdulillah dengan kebesaran dan kuasa-Nya saya dinyatakan lulus dan terpilih sebagai calon mahasiswa penerima beasiswa Bidik Misi. Tangis bahagiapun kembali tercurahkan, saya sujud syukur, sambil mengucap “Alhamdulillah ya Allah, terimakasih atas semua nikmat yang engkau berikan semoga ini menjadi berkah dan langkah awal untuk merubah nasib keluarga”. Saat itu serasa mendapatkan kebahagian yang tiada tandingannya.
Selang beberapa hari saya datang ke kampus untuk mengikuti tes wawancara bagi seluruh calon mahasiswa penerima Bidik Misi, setelah mengikuti tes wawancara dan sayapun dinyatakan lulus dan resmi mendapatkan beasiswa tersebut, bahagia?? Ya tentu sangat bahagia, tapi saya harus  membayar uang pendaftaran ulang dan pembuatan seragam kuliah sebesar Rp1.220.000. Memang ini semua akan diganti apabila Bidik Misi telah cair nantinya. Tapi saya tersentak diam, bingung dan berpikir panjang. Kenapa tidak? Itu jumlah yang besar bagi seorang anak buruh tani dan harus dibayar dalam dua hari kedepan. Sayapun langsung pulang kerumah dan menceritakan semuanya kepada keluarga. Hingga akhirnya saya kembali meminta pertolongan kepada panti asuhan dimana saya pernah tinggal sebelumnya. Alhamdulillah berkat do’a dan kebaikan mereka saya bisa menyelesaikan  pendaftaran ulang dan telah resmi menjadi mahasiswa Bidik Misi di Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh, ya program studi Diploma IV Manajemen Produksi Pertanian menjadi pilihan saya.
Mengawali perkuliahan saya tinggal diasrama kampus selama satu tahun pertama, seperti mahasiwa baru lainnya saya mengikuti kegiatan yang wajib diikuti oleh mahasiswa baru. Sampai proses perkuliahan dimulai. Disemester awal saya menfokuskan diri untuk kuliah karena saya berfikir harus mendapatkan IP yang tinggi kalau tidak Bidik Misi akan dicabut. Semester satupun saya lewati dengan susah payah dan kejengkelan, kenapa tidak!! saya harus belajar Kimia, Biologi dan Agronomi sedangkan sewaktu SMA saya jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Namun, saya tetap mencoba belajar dan terus belajar, hingga Alhamdulillah saya bisa mendapatkan IP 3.66, Alhamdulillah inilah awal yang baik.
Semester dua saya mulai berfikir saya tidak ingin menjadi mahasiswa KUPU-KUPU (kuliah pulang-kuliah pulang) saya mencoba bergabung ke organisasi UKM Forum Studi Islam Al-Azzam sebagai staf kaderisasi Ar-rijal periode 2014/2015 dan saya juga mencoba mengikuti seleksi di Himpunan Mahasiswa Jurusan Budidaya Tanaman Pangan (HIMA PANGAN). Alhamdulillah, kata syukur selalu terucap dalam mulut dan hati saya. Saya lolos dan ditempatkan sebagai Sekretaris Departemen Kerohanian pada periode 2014/2015. Semester dua saya jalani dengan manajemen waktu yang baik untuk kuliah, organisasi dan menyelesaikan tugas, tidur larut malam sudah biasa. Sempat suatu ketika seorang teman bertanya “apa kamu tidak takut nilaimu turun lantaran masuk organisasi?” saya hanya bilang “tergantung kita yang menjalankannya, kalau bisa membagi waktu pasti bisa” hal ini terlihat ketika semester dua saya berhasil mendapatkan IP sempurna 4.00. Sebuah nilai dan nikmat yang sangat besar, kebanggaan pun tak bisa diungkapkan.
Tahun 2014 saya menargetkan sebagai tahun pembelajaran, banyak kegiatan dan lomba yang saya ikuti namun belum ada yang berhasil. Menyerah?? Tidak!!, saya mencoba lagi dan lagi. Belajar dari pengalaman tahun sebelumnya saya berusaha untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi, hingga suatu ketika saya mengikuti lomba pidato dakwah tingkat kampus, Alhamdulillah tanpa disangka saya berhasil menjadi juara 1 dalam acara ini, tropi dan tabanaspun melengkapi kebahagianku. Tak berhenti disini tahun 2015 saya kembali mengikuti organisasi HIMA PANGAN dan dipercaya sebagai Sekretaris Umum periode 2015/2016, disana banyak acara saya ikuti baik sebagai peserta maupun sebagai panitia pelaksana. Masih ditahun 2015 saya mencoba mengikuti lomba puisi tingkat kampus dan lomba pidato tingkat Kabupaten 50 Kota namun semuanya gagal kemenangan belum berpihak kepada saya. Coba lagi, lagi dan lagi itulah yang saya tanamkan. Ditahun yang sama saya mengikuti Lomba Teknik Terapan dan mengajukan proposal penelitian, diluar dugaan proposal saya beserta tim berhasil lolos dan didanai.
 Tidak berpuas diri saya mencoba mengikuti pemilihan duta mahasiswa tingkat kampus, tak disangka saya berhasil menjadi Duta Mahasiswa Putera tahun 2015. Sebuah pencapaian yang sangat luar biasa. Tak cukup sampai disini  pemilihan mahasiswa berprestasi tahun 2015 menjadi incaran selanjutnya, berlandaskan nilai akademik dan organisasi yang saya geluti akhirnya saya dipilih mewakili program studi bersaing dengan mahasiswa-mahasiswi cerdas dari prodi lainnya, dengan percaya diri saya menulis sebuah Karya Tulis Ilmiah dan melengkapi semua persyaratan yang diminta. Disaat pengumuman 10 besar keluar saya merasa pesimis bakalan jebol, tapi Allah berkehendak lain nama saya pun tercantum didaftar 10 besar Mahasiswa Berprestasi Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh. Selang waktu satu hari sayapun memperesentasikan dan mempertahankan Karya Tulis yang saya buat dihadapan dewan juri dan penguji hingga selesai dan sayapun menyerahkan kepada yang Maha Kuasa yang terpenting saya telah berusaha sebaik mungkin. Pemenangpun diumumkan tetapi saya gagal menjadi yang pertama hanya masuk di enam besar, tapi saya sangat bangga dengan hasil terbaik ini karena dari ribuan mahasiswa saya berhasil menduduki posisi ke enam.
 Memasuki semester enam pada tahun 2016 dengan nilai akademik yang masih bisa saya pertahankan, saya masih aktif diorganisasi yang saya geluti. Melaksanakan studi banding ke Politeknik Negeri Lampung dan dipercaya untuk mempersentasikan sekaligus mengenalkan organisasi dan kampus. Disana saya banyak mendapatkan banyak pelajaran dan pengalaman yang berharga. Tidak hanya itu saya juga mengikuti berbagai seminar baik regional, nasional dan internasional yang diadakan dikampus saya maupun kampus lain. Pada tahun 2016 saya kembali mencoba mengikuti lomba pidato dakwah dan masih bisa mempertahankan prestasi pada tahun sebelumnya yaitu menjadi juara 1. Terakhir tanpa terfikirkan saya menjadi utusan almamater untuk mengikuti pertemuan nasional mahasiswa beasiswa Bidik Misi dengan Bapak Presiden RI Ir. Joko Widodo di Solo, Jawa Tengah. Bertemu dengan ribuan mahasiswa berprestasi dan organisatoris dari ratusan perguruan tinggi se-Indonesia merupakan penghargaan dan pengalaman yang sangat luar biasa yang tak semua orang bisa mendapatkannya. Hingga saat ini saya sedang menyelesaikan Tugas Akhir untuk menamatkan studi Diploma 4 saya di Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh, Sumatera Barat.
Berawal dari keluarga petani, menyambung hidup di panti asuhan dan difasilitasi oleh Bidik Misi sehingga bisa mengantarkan saya kejenjang pendidikan tinggi dan menorehkan berbagai prestasi yang selama ini tidak pernah terfikirkan. Target saya selanjutnya selesai wisuda pada tahun 2017 bisa melanjutkan studi S2 dengan bantuan beasiswa dari pemerintah. Sekali lagi saya ucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada Allah SWT, orang tua saya, keluarga saya di panti asuhan dan yang terpenting untuk pemerintah Indonesia atas kepercayaannya kepada saya sebagai penerima Bidik Misi. Sepenggal pesan untuk seluruh pembaca “kemiskinan bukanlah penghalang kita untuk sukses tapi yang menjadi penghalang adalah ketika diberi kesempatan tapi kita tidak mau memanfaatkan kesempatan itu dengan sebaik-baiknya”.


Salam Bidik Misi Salam Prestasi !!!








Profil Penulis
Nama : Darul Khosman
 Asal :Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh- Sumbar
Alamat :Jorong Koto Nan Tuo, Nagari Barulak, Kec. Tanjung Baru, Kab. Tanah Datar, Provinsi
                  Sumatera Barat.
Contact : Hp/Wa. 082285850934. Ig :dareel_94

Motto  If you think can you can do it and Never give up

Puisi Hati karya Irwanto

Sumber : www.google.com

   " Hati "

karya : Irwanto

aku berjalan di tengah keramaian
aku berlari di tengah kegelapan
hingga sang fajar membangunkan
bahwa aku sedang berada didalam kesendirian

sunyi..  sepi.. 
berjalan kesana kesini
mencari hal yg tak pasti.. 

kini sang surya telah lelah menyinari
meredupkan hati yg semakin lama semakin mati
seperti halnya bunga melati
yg tak mekar dan harum mewangi

layaknya seperti bulan
yg tertutup awan hitam
menjadikan suasana malam 
yg semakin mencekam

tuhan. 
berikanlah aku sedikit cahayamu
jangan jadikan hatiku keras seperti bongkahan batu
yg semakin lama semakin membeku
yg sulit untuk mendapatkan hidayahmu

hati ini mudah sekali rapuh
selalu saja melupakan akan kewajibanku
yg semakin lama semakin jauh
untuk melaksanakan segala perintahmu

tuhan. 
aku hanyalah manusia biasa
yg di selimuti oleh lumuran dosa
yg sangat takut akan neraka
namun aku tak pantas untuk di surga. 



Writer:


Nama : Irwanto
Asal    : STIE ahmad Dahlan Jakarta
Alamat: Jl. Jatimulya II, Pangkalan Jati II Kec.  Cinere - Depok
No HP/WA : 0856-9187-7816
Motto : No Music, No Life

puisi kedua karya irwanto

  " HIMAWARI "

karya : Irwanto

Bukan hanya sekedar untaian kata
Bukan hanya sekedar rangkaian bunga
Yang di tuliskan hanyalah lembaran tinta hitam
yang di selimuti oleh hati yang suram
Bukan karena  tak bisa untuk terus berusaha
Bukan karena tak mampu untuk terus menempuh
Karena ketika langkah sudah terhenti
Duniapun akan terasa mati.
Lihatlah yg di sana
Mereka yg terbaring lemah dan tak berdaya
Masih mau untuk berusaha
Untuk menggapai cita citanya
Percayalah akan diri sendiri
Jangan biarkan rasa takut terus menghantui
Tetap tegar untuk terus menghadapi
Meski ringtangan selalu datang silih berganti
Jadilah seperti kuncup himawari
hari demi hari telah ia lewati
Tak perduli angin badai menghantui
Ia akan tetap tumbuh mekar dan berseri
Hanya untuk Menghiasi dataran dataran bumi
Dan mewarnai alam jagat raya ini




Writer :



Nama : Irwanto
Asal    : STIE ahmad Dahlan Jakarta
Alamat: Jl. Jatimulya II, Pangkalan Jati II Kec.  Cinere - Depok
No HP/WA : 0856-9187-7816


Motto : No Music, No Life

Puisi penyair muda Alen Purnama

Elusif

by : Alen Purnama


Intens elusif.
Hidup dalam dua alam yang condong di dunia fantasi.
Delusi, fiksi, dan halusinasi berputar-putar pada nalar.
Andai hidup abadi dalam alam fakta, mungkin aku adalah butir-butir pasir yang menggelintir, bergulir bak roda-roda kerdil mengarungi kerikil-kerikil tajam dalam runyam alam kehidupan.
Hanya saja aku terlena oleh dunia khayal,
Hingga aku membelit bulan dengan tali pusarku.

Ya, semua muhal !




Writer :
Nama               : Alen Purnama
Alamat             : Kp. Cibogo, Kec. Sukaraja, Kab. Tasikmalaya, Prov. Jawa Barat
No Hp             : 083817141734
Akun Ig           : @alen_mp
Fb                    : Alen Purnama
Email               : alen_purnama@yahoo.co.id
Motto hidup    : Berevolusi tiada henti guna merealisasi mimpi, bukan berhibernasi hingga mimpi-mimpi menjadi basi !

Kampus Berparu-paru Dunia

Kampus Berparu-paru Dunia
Ditulis oleh : Dwi Panuntun
Institut Pertanian Bogor atau yang sering kita kenal dengan IPB, merupakan salah satu kampus terbesar di Indonesia yang berada di Bogor dengan luas sekitar 260 Ha belum termasuk dengan lokasi untuk lahan percobaan IPB. Kampus yang sudah didirikan sejak tanggal 1 September 1963 ini telah menciptakan beribu-ribu mahasiswa hebat mulai dari lulusan Diploma hingga Doktoral. Hal itu yang membuat saya penasaran, ketika mencoba membuka dan membaca sepintas artikel tentang IPB dari beberapa website di internet.
Rabu (26/08), saya berharap semoga semua rasa penasaran ini terungkap. Bapak Pitri Yandri selaku dosen di kampus STIE Ahmad Dahlan Jakarta dan juga sebagai mahasiswa S3 di IPB mengajak beberapa mahasiswa STIE Ahmad Dahlan termasuk saya untuk berkunjung ke IPB. Dengan senang hati saya menerima ajakan itu, tujuannya tidak lain adalah untuk menuntaskan rasa penasaran yang begitu mengganjal. Sekitar pukul 06.09 wib. Selain saya dan Bapak Pitri Yandri ada2 mahasiswa lainnya yaitu Yusri dan Mi’rojun.
Perbincangan dengan beliau selama perjalanan yang begitu menarik terkait IPB, hingga menambah penasaran saya yang semakin kuat. “Kaya apa sih IPB???” tanya saya dalam hati.
Sesampai di gerbang utama IPB petugas pintu menyapa ramah serta menyodorkan sebuah lembaran kertas. Ternyata, itu berisi tulisan-tulisan tentang kegiatan yang telah dilakukan di IPB.  Dalam hal ini saya berpendapat bahwa semua pengunjung baik itu dosen maupun mahasiswa setiap harinya sudah terbiasa dalam gerakan membaca.
Saat melihat sekitar wilayah IPB, saya memang sedikit tercengang sebelah kanan dan kiri begitu banyaknya pepohonan rindang dan besar,  “Ini Kampus apa Kebun Raya Bogor??.”bercanda saya di dalam mobil. Namanya saja Institut Pertanian Bogor pasti tidak jauh dari pertanian maupun pepohonan.
Kita berpisah dengan pak Pitri Yandri, kebetulan beliau ada acara Sidang Terbuka di IPB sebagai persyaratan Gelar Doktoralnya. Mencoba berjalan menyusuri wilayah kampus IPB untuk menjawab semua rasa penasaran saya. Sejenak terlihat sebuah kegiatan mahasiswa, yang ternyata setelah saya datangi itu kegiatan OPEN HOUSE yang dilakukan oleh Ikatan Mahasiswa Tanah Rencong (IMTR).
“IMTR itu Organisasi khusus mahasiswa yang berasal dari daerah aceh”, jawab salah satu senior. Setelah lama melakukan perbincangan, saya menemukan keunikan disini yang ternyata setiap daerah ada ikatan mahasiswanya masing-masing yang dimana hal tersebut dijadikan wadah untuk silaturahmi dan mengembangkan serta melestarikan budaya yang di daerahnya tersebut.
Masih belum semua rasa penasaran ini terjawab, lalu kita melanjutkan berjalan menyusuri jalan IPB yang sejuk dan nyaman dengan panjang mencapai sekitar 17 km yang menghubungkan ke semua Fakultas. Diseperempat perjalanan berhenti sejenak di Gedung Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) untuk menghirup udara segar. “Benar-benar terasa seperti sedang keliling di Kebun Raya Bogor”, bercanda saya dengan yusri dan mi’rojun.
Beberapa aktivitas yang dilakukan mahasiswa disana sangat beragam, mulai dari Ujung Barat hingga ke ujung timur yang saya amati begitu produktif. Jam 10.00 saja saya lihat beberapa mahasiswa di depan gedung Gymnasium melakukan latihan senam bersama. Dan lebih menarik lagi mahasiswa disana sangat jarang yang menggunakan sepeda motor untuk keliling maupun menuju fakultas mereka, namun yang mereka gunakan itu GOES (Bersepeda), lebih ramah lingkungan. Dengan jaminan Kartu Mahasiswa (KTM) maupun KTP mereka bebas bersepeda dengan gratis muter-muter keliling Kampus.
Satu hari serasa tidak cukup untuk bisa keliling IPB dengan jalan kaki, apalagi hanya sampai dhuhur untuk balik ke Jakarta. Kebetulan saya punya kontak telepon mahasiswa IPB yang sudah kenal sebelumnya ketika diacara Asosiasi Koperasi Mahasiswa. “Nah ini baru, jalan-jalan wisata harus ada TourGuide’nya untuk memandu.”ledekan saya ketika bertemu dengan teman dari IPB yaitu ka Eni dan ka Cucu yang kebetulan mereka aslinya dari Cilacap Jawa Tengah sama dengan Daerah Kelahiran saya.
Perjalanan dilanjutkan untuk menuju ke Gedung SC yang dimana markas bagi para aktivis kampus ( Sekretariat Unit Kegiatan Mahasiswa). Jalan yang kita ambil ternyata terobosan-terobosan melewati fakultas MIPA yang terdiri dari beberapa jurusan yang memang lebih dekat dibanding melewati jalan utama, dan didalamnya berisi mahasiswa yang dimana mereka berkumpul maupun berkelompok untuk berdiskusi, dilain tempat lagi mahasiswa yang sibuk dengan tulisan artikelnya, membaca buku, jajan dikantin yang memang betul-betul nyaman sekali kalau di nikmati.
Kampus Intitut Pertanian Bogor yang sudah mereka anggap seperti rumah mereka sendiri, meskipun liburan mereka pun tetap beraktifitas yang produktif di kampus dan juga rasa kekeluargaannya memang terasa di IPB. “Sebab selama 1 tahun, khusus bagi mahasiswa baru di wajibkan untuk tinggal di Asrama.” Jawab ka Eni . Terjawablah disini kenapa mereka begitu  bisa saling mengenal satu sama lain, semua mahasiswa baru di wajibkan untuk tinggal bersama jadi tidak pandang bulu apakah dia anak Menteri maupun anak Presiden semuanya diperlakukan sama.
Berikutnya lagi perpustakaan, meskipun masih liburan mahasiswa ramai berbondong-bondong untuk membaca keperpustakaan. Pepatah mengatakan” Membaca adalah jendela Dunia”. Memang tidak salah lagi kalau mahasiswa disana cerdas-cerdas, karena “Tiada ada hari tanpa membaca”. Sehingga tidak salah juga kalau Program Kreatifitas Mahasiswa (PKM) di IPB selalu lolos.
Dengan budaya membaca seperti ini dengan memanfaatkan fasilitas yang disediakan oleh kampus dan lingkungan kampus yang sehat pula karena begitu banyak oksigen yang memang bisa didapatkan karena banyaknya pepohonan yang rindang menjadikan atmosfer yang besar bagi mahasiswa untuk  belajar dikampus IPB sebagai kampus berparu-paru dunia ini.
Perjalanan kita terhenti lama di ruang sekretariatan Koperasi Mahasiwa IPB, dan ternyata Gedung SC-nya sekarang sudah dibagi 2, yang pertama dekat sekretariatan koperasi sedangkan yang kedua dekat dengan gedung Gymnasium. Gedung yang kedua khususnya buat naungan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) yang dimana lebih dekat dengan fakultas-fakultas dibandingkan dengan Gedung SC yang kedua.
Telah terjawab sudah rasa penasaran ini dengan kampus berparu-paru dunia ini, dan besar harapan saya untuk bisa berkunjung kembali ke kampus ini untuk belajar lebih banyak mengenai lingkungan hidup dan pola belajar mahasiswa IPB, semoga hal itu bisa menjadikan semangat juga buat teman-teman di kampus STIE Ahmad Dahlan Jakarta khususnya untuk selalu semangat dalam belajar, berbudaya membaca serta menulis dan memanfaatkan fasilitas yang telah disediakan oleh kampus dengan sebaik-baiknya. Satu lagi ketika pulang ditambah dengan makan Soto Pak Ujang yang telah tersertifikasi halal langsung dari IPB menjadi terasa mantap.hehehe (depe)






web :http://dpanuntun.blogspot.com | email : d.panuntun@gmail.com


 



Thursday, December 20, 2018

Puisi Bayanganmu


Sumber : www.google.com


 "Bayangan-Mu"
karya Irwanto AS.




Berawal Dari sebuah persahabatan
Berakhir dengan sebuah pernikahan
Cinta yang awalnya sangat manis
Kini Berakhir dengan sangat tragis
Keindahan yang aku Lihat hanyalah sebuah topeng kepalsuan
Sandiwara yang Kau berikan membuatku tak mampu untuk ku hindarkan
B
Cinta..
Bukan cinta yang Kau inginkan
Bukan kasih sayang yang Kau harapkan
Karena Cinta..
bagimu hanyalah sebuah perunggu
Yang selalu menganggu Di setiap langkahmu
Di setiap Saat selalu menghentikanmu
Untuk membentangkan sayapmu
Aku selalu Mencoba menjadi yang terbaik untukmu
Selalu berusaha menuruti Apa yg Kau mau
Agar Kau selalu berada Di sisiku
Namun, semua yang aku harapkan hanyalah semu
Sebenarnya Kau Tahu Apa yg aku mau
Sebenarnya Kau Tahu Apa yg aku inginkan
Kau selalu menyembunyikanya untuku
Karena aku hanyalah sebuah bayangan
Yang hadir Di kala Kau sendirian
Dan hilang Di dalam keramaian
Mencintaimu Bagaikan pungguk merindukan bulan
Ingin melihat cahaya yang indah namun tertutup awan hitam
Aku tak ingin engkau hargai
Aku tak ingin engkau hormati
Yang aku ingin engkau mengakui
Bahwa aku Ada, Dan selalu Ada Di sisimu Saat ini.



.........::::::::::::::::::::Send Your Creative Writer::::::::::::::::::::::..................


Writer :



Nama : Irwanto
Asal    : STIE ahmad Dahlan Jakarta
Alamat: Jl. Jatimulya II, Pangkalan Jati II Kec.  Cinere - Depok
No HP/WA : 0856-9187-7816

Motto : No Music, No Life

Wednesday, December 19, 2018

Apatisme Generasi Digital

Apatisme Generasi Digital
Oleh : Al-Imamul Wafiy

Ilustrasi.(SHUTTERSTOCK)
Dulu di zaman kita masih anak-anak yang ada di kisaran tahun 2000-an, maka tentunya kita masih begitu teringat dan mengenang akan asyiknya permainan tradisional. Permainan tradisional ini umumnya mengharuskan kita untuk bermain bersama baik secara langsung maupun tidak langsung dalam arti kita harus berinteraksi satu sama lain. Selain itu hal ini juga dapat melatih dan meningkatkan cara kita berinteraksi satu sama lain karena kita akan lebih saling mengenal.

            Jika kemudian kita maju beberapa tahun kemudian yakni pada kisaran tahun 2008 maka kita akan mulai mengenal adanya warung internet (warnet). Kala itu dapat kita lihat sendiri bagaimana jayanya usaha ini, meskipun sebenarnya internet telah ada dan masuk ke negeri ini sejak beberapa tahun sebelumnya. Namun penggunaan pada awal dan jangkauannya belum sampai seperti pada masa tersebut tadi.

            Namun dengan seiring berjalannya waktu hal sudah lama pasti akan tergerus juga oleh inovasi baru. Dengan berkembangnya teknologi yang ada pada ponsel yakni penambahan fitur internet maka secara tidak langsung akan menarik konsumen daripada wartel tadi. Perkembangan ini sebenarnya telah dimulai beberapa tahun ketika wartel tersebut muncul. Namun karena tarif serta jangkauan internet yang ada pada ponsel kala itu masih terbatas dan hanya terdapat pada beberapa jenis ponsel yang tidak murah harganya maka minat masyarakat untuk menggunakannya masih bias dianggap kurang.

            Ketika industri ponsel semakin berkembang mulai pada tahun 2011-an dengan maraknya ponsel dari negeri cina yang menjamur di pasaran dengan harga yang miring pula. Oleh karena itu pasar dari warnet akhirnya harus tergerus sedikit demi sedikit karena dengan semakin mudahnya akses dan fitur yang ada pada ponsel yang sekarang lebih dikenal dengan nama smartphone. Hal ini juga sebenarnya dapat kita lihat pada usaha wartel yang cukup populer sejak tahun 90-an namun harus tergerus pula oleh inovasi teknologi baru yakni ponsel.

Memang pada dasarnya segala macam teknologi sebagus apapun pasti akan tergantikan juga pada akhirnya dengan inovasi baru. Jika diibaratkan seperti pada organisasi yang didalamnya terdapat orang-orang yang telah luar biasa dalam membangun organisasi tersebut. Tentu nanti pada akhirnya mereka akan digantikan juga jika memang masa mereka telah berakhir dengan generasi barunya. Maka disini adalah bukan masalah tentang akan ada yang tergantikan, namun bagaimana kita menyiapkan penerus perjuangan kita atau inovasi teknologi baru sehingga dapat tetap berkembang dan maju nantinya.

Dalam tiap perkembangan teknologi pengembangnya selalu berusaha agar teknologinya dapat dinikmati oleh berbagai kalangan dan usia. Dengan membuat konsep yang sederhana serta tidak terlalu sulit untuk dioperasikan sehingga bukan hanya orang yang ahli atau kalangan remaja saja yang dapat menikmatinya. Namun juga mulai kalangan anak-anak hingga orang yang sudah cukup berumur pun mampu untuk menggunakannya juga. Terbukti oleh catatan dari Lembaga riset digital marketing Emarketer memperkirakan pada 2018 jumlah pengguna aktif smartphone di Indonesia lebih dari 100 juta orang.

Meskipun begitu jika kita lihat dari sisi lain maka kita akan menemukan bahwa perkembangan teknologi ini tidak selamanya baik. Dengan adanya teknologi ini disamping mempermudah masyarakat dalam kegiatannya namun juga telah membuat mereka secara tidak langsung menjadi ketergantugan terhadap smartphonenya ini. Mulai dari ketika mereka akan berbelanja sekarang mereka tidak perlu untuk keluar rumah lagi, cukup dengan memesannya saja dari rumah. Atau  ketika mereka ingin mencari referensi tentang suatu informasi maka mereka tinggal membukanya saja dari smartphone mereka tanpa harus membuka dan membaca bukunya lagi.

Termasuk juga ketika mereka saling berkomunikasi kini mereka tidak perlu takut akan jarak yang memisahkan. Karena mereka tetap dapat saling berkomunikasi melalui medsos yang ada di smartphone mereka masing-masing. Bahkan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) mengungkapkan pengguna internet di Indonesia saat ini mencapai 63 juta orang. Dari angka tersebut, 95 persennya menggunakan internet untuk mengakses jejaring sosial. Generasi ini sering disebut sebagai generasi digital.

Namun dengan adanya medsos ini pun terkadang bukan hanya mendekatkan yang jauh, namun malah menjauhkan yang dekat. Karena ketika generasi ini saling berkumpul sekarang mereka justru malah sibuk dengan gawainya masing-masing. Seakan mereka memiliki dunianya sendiri, sehingga komunikasi dan interkasi mereka jadi kurang pada akhirnya. Jika kita melihat dari teknologi ini mulai kemudahannya hingga kesenangan yang ditawarkannya sebenarnya bukan hanya membuat mereka menjadi ketergantungan serta kurang interaksi, namun juga menjadi apatis terhadap keadaan yang ada juga membentuk sifat individualis dan malas karena kemudahan yang ada sehingga membuat mereka merasa tidak perlu bantuan orang lain lagi serta tidak perlu mengeluarkan banyak tenaga untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan.

Lihat saja ketika ada orang lain yang tertimpa musibah kemudian ada yang membagikannya di medsos, maka respon yang ada hanya like dan komentar tanpa ada bantuan nyata yang dapat membantu orang yang terkena musibah tadi secara nyata. Selain itu juga hal ini akan membuat generasi ini menjadi pribadi yang ingin selalu diakui namun bukan melalui prestasi melainkan dengan membuat memasang foto mereka di medsosnya dengan harapan membuat orang lain agar terpesona akan ketampanan atau  kecantikan mereka.

Maka kemudian disini akan semakin mempermudah beberapa pihak untuk membuat suatu pengaruh melaui media khususnya media sosial. Karena akses informasi kebanyakan dari medsos serta mudah untuk mengolahnya sesuai keinginan pihak tersebut. Terkadang memang ada beberapa orang yang menyadari akan hal ini namun respon dari mereka hanya melihat serta berkomentar saja tanpa ada insiatif untuk menindaklanjuti hal tersebut secara nyata.

Oleh karena itu kita disini ketika telah mengetahui adanya suatu kejanggalan atau ketidakwajaran pada suatu fenomena atau peristiwa maka kita harus meresponnya secara nyata. Termasuk juga ketika kita saling berkumpul agar interaksi kita bukan hanya dengan smartphone kita karena interaksi secara langsung dengan orang lain juga penting untuk dilakukan. Agar kemudian kita tidak lagi memiliki rasa ketergantungan terhadap teknologi dan dapat membuang sikap malas kita untuk mendapatkan apa yang kita inginkan. Karena selain interaksi itu penting juga karena agar sikap insiatif dan kritis secara nyata dalam diri kita dapat muncul sehingga setiap permasalahan yang ada dapat kita  sikapi secara bijak dan nyata tindakannya. (Terbit : Koran TangselPos, Selasa, 18/12/2018. Hal 6)

Tuesday, December 18, 2018

Pembangunan Persepsi Publik


Pembangunan Persepsi Publik

Oleh : Al-Imamul Wafiy

Foto Ilustrasi (Sumber : Radar Bengkulu Online)
Semarak pilpres 2019 yang sedang ramai-ramainya sekarang ini tentu telah kita rasakan bersama efeknya. Bagaimana tidak, meskipun pemilu baru akan dilaksanakan tahun depan namun animo masyarakat terhadap pilpres ini telah memanas terutama sejak kegiatan kampanye telah diizinkan. Apalagi ketika nomer urut untuk kedua pasangan calon telah ditentukan maka semakin gencarlah perang antara kedua kubu terutama pendukung-pendukungnya.
Meskipun salah satu calon merupakan pemimpin negeri ini yang sekarang, namun program kerja yang dicanangkan sejak awal olehnya harus tetap dijalankan. Dalam pelaksanaan program kerjanya sekarang ini sangatlah riskan akan anggapan dari masyarakat yang menganggap hal tersebut sebagai salah satu bentuk kampanyenya yang sedang dalam masa akhir jabatannya dan ingin mencalonkan dirinya kembali.
Mulai dari peresmian beberapa lembaga pendidikan baru hingga harga BBM yang disinyalir akan turun serta nilai tukar rupiah yang mulai menguat disatu sisi tentu akan membahagiakan masyarakat dan beberapa pihak yang terlibat didalamnnya. Namun disisi lain pastinya pula ada beberapa pihak yang menganggap hal tersebut sebagai tindakan pencitraan dirinya agar masyarakat percaya dan senang terhadap dirinya sehingga dirinya dapat terpilih kembali.
Sikap masyarakat diatas yang beragam dalam melihat fenomena tersebut dapat disebut sebagai persepsi. Menurut kotler (2000), persepsi merupakan proses yang mana seseorang tersebut menyeleksi, mengatur serta menginterpretasikan informasi-informasi yang masuk untuk menciptakan gambaran dari keseluruhan yang memiliki arti. Maka dari itu setiap informasi atau fenomena yang masuk atau dilihat oleh tiap orang dapat berbeda persepsinya tergantung bagaimana orang tersebut menangkapnya.
Dalam sebuah persepsi seseorang dapat ditentukan oleh beberapa hal, salah satunya ialah pendidikan. Kemampuan serta pemahaman seseorang untuk membaca serta menghadapi suatu situasi biasanya sangat dipengaruhi oleh pendidikan atau seberapa jauh orang tersebut telah menguasai persoalan tersebut. Ketika seorang anak smp diberi soal anak sma tentu kemudian akan kesulitan untuk menjawabnya. Begitupun dengan masyarakat yang mungkin dalam pendidikan serta pengetahuannya kurang akan membaca suatu fenomena maka pasti ia akan menyikapi hal tersebut sesuai dengan apa yang ia ketahui.
Selain dipengaruhi oleh pendidikan ada pula sikap atau sifat dasar seseorang. Sifat yang telah terbentuk dalam diri seseorang sudah tentu sangatlah berpengaruh akan bagaimana ia menyikapi suatu fenomena. Dalam hal ini biasanya sangatlah tergantung akan suasana hatinya saat fenomena tersebut muncul. Ketika suasana hatinya sedang baik maka fenomena tersebut akan disikapinya dengan penuh pertimbangan serta sifat aslinya akan sedikit tertahan karena suasana hatinya yang masih tenang dan begitupun sebaliknya.
Kemudian ada pula keterikatan seseorang dengan suatu kejadian atau fenomena juga cukup berpengaruh terhadap sikapnya. Ketika suatu kejadian yang mana kejadian tersebut ada sangkut-pautnya atau dapat dikatakan ada keuntungan atau kerugian yang mungkin akan menimpanya nanti. Maka kemudian orang tersebut pasti akan menyikapinya sesuai dengan dampak yang kemungkinan akan didapatnya nanti.
Dalam hal persepsi ini kita biasanya dapat mengambil pertimbangan serta mendapat pengaruh dari pendapat para ahli. Karena para ahli ini telah dapat dianggap sebagai orang yang berkompeten dan berpengalaman dalam bidangnya akan suatu masalah yang muncul di permukaan. Meski begitu para ahli ini pula tidaklah luput dari kecurigaan masyarakat itu sendiri karena seorang ahli tetap saja dapat bersikap secara subjektif dalam menyikapi suatu permasalahan sesuai dengan kubu mana ia berpihak.
Para ahli atau pakar disini seyogyanya dituntut untuk bersikap secara netral dalam menanggapi suatu permasalahan yang ada. Namun yang ada pada kenyataannya beberapa pakar yang telah disuapi atau memiliki hubungan tersendiri dengan suatu pihak maka akan berbendapat secara memihak terhadap suatu persoalan. Meski begitu tentu masih ada ahli yang berpendapat secara objektif dan netral namun biasanya pergerakan serta pendapatnya dibungkam oleh suatu pihak yang tidak sejalan dengannya.
Maka dari itu kita disini ketika ingin mengeluarkan suatu wacana atau pendapat haruslah jelas dan mudah dicerna agar tidak menimbulkan persepsi yang tidak diharapkan. Pemilihan kata dan bahasa serta membaca kepribadian atau sikap seseorang tentu sangatlah riskan untuk diperhatikan sebelum kita berpendapat atau memintanya menjawab suatu persoalan. Apalagi ketika kita berposisi sebagai pemimpin tentunya hal ini sangatlah perlu untuk diperhatikan agar orang yang dibawah kita dapat menangkap apa yang menjadi maksud  dan keinginan kita dalam menggerakkan suatu organisasi.
Apalagi ketika posisi sebagai pemimpin Negara maka pastinya diperlukan perhatian yang lebih untuk mengeluarkan suatu kebijakan atau melakukan suatu tindakan agar dalam pembangunan persepsi public dapat dijalankan sesuai dengan apa yang diinginkan. Dengan bekerja sesuai dengan arah dan rancangan yang telah dijanjikan pada saat kampanye maka masyarakat pasti nantinya akan menilainya sebagai suatu kewajaran dan bukan sebaliknya.
Karena pada dasarnya suatu persepsi itu muncul sesuai dengan apa yang menurut mereka rasakan dan lihat. Oleh karena itu dalam melakukan suatu tindakan harus selalu diperhatikan apa dampak yang mungkin akan ditimbulkan nantinya. Maka dengan itu kita dapat mengatasi akan kemungkinan munculnya berbagai persepsi yang tidak diinginkan sehingga dapat kita selaraskan dengan apa yang menjadi maksud kita sebenarnya. (Terbit : Koran TangselPos,  Senin, 10/12/2018. hal. 6)


Thursday, December 6, 2018

Welcome

Welcome to my Website AllwaysDream.com own by AllwaysGroup