allwaygroup is the owner of www.allwaysdream.com

Kami adalah kelompok usaha yang memperoleh pendidikan melalui Koperasi Mahasiswa ITB Ahmad Dahlan, agar kami dapat Beridiri di atas Kaki Sendiri dan kami adalah anggota KOPMA ITB-AD

Kami adalah Kader Koperasi Mahasiswa Institut Bisnis Ahmad Dahlan Jakarta

Lakukanlah perubahan mulai dari sekarang, sekecil apapun itu mulai dari dirimu sendiri. KOPERASI BERDIRI MAHASISWA BERDIKARI

Space Available

Cocok buat iklan perusahan kamu.

Space Available

Cocok buat iklan perusahaan kamu.

Space Available

Cocok buat iklan perusahaan kamu..

Monday, February 25, 2019

PERAN SARJANA MUDA UNTUK MEMAJUKAN EKONOMI

PERAN SARJANA MUDA UNTUK MEMAJUKAN EKONOMI
Penulis : Aldy Wirawan, H.C

Sumber : www.google.com
Sejarah bangsa Indonesia tidak bisa dilepaskan dari peran para pemuda. Melalui para pemuda, bangsa ini mampu melepaskan dirinya dari belenggu penjajahan bangsa asing. Mulai dari zaman sebelum pergerakan nasional dimulai atau saat perjuangan masih bersifat kedaerahaan sampai saat detik-detik proklamasi, para pemuda memiliki kontribusi yang tidak sedikit untuk kemerdekaan Indonesia. Mulai dari mereka yang memiliki kemampuan intelektualitas dan berjuang di jalur diplomasi, sampai mereka yang hanya bermodalkan semangat “merdeka atau mati” dan terjun langsung ke medan perang, memberikan kontribusi yang sangat besar demi kemerdekaan Indonesia.

Mahasiswa adalah pemuda yang didalam dirinya mengalir darah-darah pejuang. Di dalam diri mahasiswa itu sendiri terdapat kekuatan yang besar untuk mengubah sebuah lingkungan menjadi lebih baik dari sebelumnya. Buktinya adalah sekelompok mahasiswa atau pemuda juga memiliki peran dalam kemerdekaan bangsa Indonesia dan mahasiswa juga yang menggulingkan rezim pemerintahan yang dianggap otoriter melalui peristiwa 1998.

Krisis moneter yang kemudian berkembang menjadi krisis ekonomi, bahkan krisis sosial dan politik yang melanda Indonesia lebih dari empat tahun berjalan ini di samping membawa derita ternyata juga memberi berkah terselubung (blessing in disguisse). Senyatanya krisis ini memang membuat banyak orang menderita. Lebih dari 100 juta orang jatuh ke jurang kemiskinan, 40-an orang nganggur, jutaan anak putus sekolah, jutaan lagi mengalami malnutrisi. Lalu, akibat kerusuhan di berbagai tempat, ratusan ribu orang terpaksa meninggalkan kampung halamannya. Tapi di tengah begitu banyak orang yang merasa kesusahan akibat krisis yang belum jelas kapan akan berakhirnya ini, tidak sedikit orang yang justru diuntungkan. Para eksportir misalnya, jelas merasa gembira dengan melemahnya mata uang rupiah. Keuntungan yang dipetik dari bisnis ekspor menjadi berlipat ganda bila diuangkan dalam rupiah.

Kesejahteraan masyarakat yang baik dan berkurangnya angka kemiskinan bukanlah sesuatu yang mustahil diwujudkan bila ada kerja sama yang baik antara pakar dan praktisi ekonomi Islam dengan mahasiswa dalam melakukan sosialisasi ekonomi Islam kepada masyarakat luas dalam mengembangkan ekonomi Islam kedepan.
Menurut data Bank Indonesia, diperkirakan bahwa dalam jangka waktu beberapa tahun ke depan, dibutuhkan tidak kurang dari 10 ribu SDM yang memiliki basis skill ekonomi syariah yang memadai. Ini merupakan peluang yang sangat prospek, sekaligus merupakan tantangan bagi kalangan akademisi dan dunia pendidikan kita. Tingginya kebutuhan SDM ini menunjukkan bahwa sistem ekonomi syariah semakin dapat diterima oleh masyarakat.

Lalu, kenapa mahasiswa juga harus berperan? Karena mahasiswa adalah sebuah kelompok yang hari ini dapat mengatur kampusnya dan 10 atau 20 tahun yang akan datang diyakini mahasiswa akan mampu mengatur dunia. Dari pernyataan tersebut, mahasiswa dianggap sebagai sebuah kelompok dengan kekuatan yang luar biasa dalam menghadapi kehidupan dunia.

Peran Mahasiswa
Peran yang paling sederhana adalah sosialisasi dari mulut ke mulut (door to door) terhadap lingkungan sekitarnya seperti keluarga dan teman-temannya sampai keperan yang besar sekalipun seperti terjun langsung ke sebuah lingkungan dan menerapkan sistem ekonomi Islam dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan tersebut.

1.    Aktor
Artinya, mahasiswa semestinya menjadi pionir-pionir dalam praktik ekonomi Islam. Misalnya mahasiswa hanya menjual dan membeli barang dan jasa yang halal saja. Mengelola keuangan tanpa riba. Mengembalikan bila meminjam barang. Melakukan kegiatan sewa menyewa dengan benar. Serta berbisnis sesuai syariah. Bukan hanya semasa mahasiswa, selepas kuliah nanti peran sebagai pionir semestinya tetap dilakukan karena melaksanakan ekonomi Islam adalah kewajiban setiap muslim. Dengan adanya pionir-pionir ini yang seiring dengan waktu diharapkan semakin banyak, masyarakat akan melihat secara langsung praktik ekonomi Islam dan kebaikan-kebaikan yang dihasilkannya.

2.    Edukator
Sebagai kelompok masyarakat terdidik, mahasiswa secara relatif lebih cepat memahami dan memiliki akses ke khasanah wacana ekonomi Islam ketimbang kelompok masyarakat lain. Karenanya, mahasiswa harus mampu mengedukasi masyarakat agar pemahamannya tentang ekonomi Islam bisa meningkat hingga praktik ekonomi Islam di tengah masyarakat juga semakin berkembang. Tapi harus disadari, untuk bisa menjadi pionir dan mengedukasi masyarakat tentu diperlukan kesediaan mahasiswa untuk terus menerus mengkaji ekonomi Islam. 

3.    Motivator
Pengkajian dan praktik ekonomi Islam di tengah sistem kapitalis bukanlah tindakan yang populer, terasa asing dan mudah menimbulkan rasa putus asa mengingat nature dari masyarakat memang tidaklah kompatibel dengan ekonomi Islam. Disinilah diperlukan motivasi terus menerus, terutama dari para mahasiswa untuk tidak mudah putus asa dalam mengkaji dan mengimplementasi ekonomi Islam. Bila mahasiswa yang katanya cenderung idealistik saja putus asa dalam berekonomi Islam, apatah lagi masyarakat yang cenderung lebih pragmatis.

4. Akselerator
Mahasiswa tidak boleh puas sekadar melihat sebagian wajah ekonomi Islam. Harus ada upaya terus menerus dengan mendorong percepatan (akselerasi) penerapan dan kesadaran ekonomi Islam hingga betul-betul terwujud di tengah masyarakat melalui tegaknya sistem kehidupan Islam. Saat itulah kita akan melihat wajah ekonomi Islam secara relatif lebih utuh, serta turut merasakan kerahmatan yang dijanjikan.
Dengan cara tersebut diharapkan dapat mengoptimalkan peran mahasiswa dalam pembangunan ekonomi, serta melahirkan mahasiswa berkarakter yang peduli terhadap kehidupan bangsa dan dapat memberikan solusi untuk masalah-masalah yang dihadapi oleh negara Indonesia.

Writer :
Aldy Wirawan, H.C
 aldoet_schatzi

Kader KOPERASI MAHASISWA ITB-AD

Sunday, February 24, 2019

EKONOMI KREATIF JALAN PINTAS PEREKONOMIAN BANGSA


EKONOMI KREATIF JALAN PINTAS PEREKONOMIAN BANGSA
Oleh : Fahmi Mubarok (Kader PK. IMM & KOPMA ITB-AD Jakarta)


Lusa saya berada di sebuah pusat perbelanjaan bersama seorang teman saya yang haus, lalu ikut memenuhi sebuah antrian yang panjang salah satu booth minuman. Melihat sekeliling orang-orang tampaknya rela mengantri, tak peduli harus berdiri lama untuk memesan sebuah minuman, padahal sebenarnya menu yang ditawarkan hanya berupa secangkir teh, kopi dan minuman lain yang bisa dinikmati di rumah sendiri, namun di tangan para pengusaha kreatif melalui ide kreatifnya minuman yang terkesan biasa kini menjadi sesuatu yang berbeda di mata orang banyak.
Aktivitas kreatif merupakan salah satu kegiatan yang kerap dihadapi setiap orang, dalam suatu kondisi tertentu banyak dari kita yang menjadikan sebuah kegiatan tersebut sebagai penghilang rasa bosan, sekadar menghibur diri, bahkan untuk bersenang-senang menghabiskan waktu. Berbeda halnya dengan orang-orang yang sadar akan pengaruh penting dari sebuah aktivitas ini akan terus berfikir menjadikannya sebagai sebuah proses untuk menghasilkan hal yang lebih besar. Mengingat besarnya kontribusi sektor kreatif terhadap pendapatan nasional merupakan salah satu batu loncatan dalam menggiatkan perekonomian di dalam negeri.
Perspektif Ekonomi Kreatif
            Ekonomi kreatif, yang merupakan gelombang keempat ekonomi setelah ekonomi pertanian, industri, dan informasi, adalah penciptaan nilai tambah berbasi ide yang lahir dari kreativitas sumber daya manusia (orang kreatif) dan berbasis pemanfaatan ilmu pengetahuan, termasuk warisan budaya, serta teknologi yang kemudian diolah sehingga menghasilkan suatu nilai tambah (value add). Ekonomi kreatif erat kaitannya dengan pengusaha kreatif (Creativepreneur) dalam upaya peningkatan ekonomi kreatif harus ditopang oleh para creativepreneur yang mumpuni dalam menciptakan serta mengerti keadaan pasar, baik lokal maupun internasional. Creativepreneur inilah yang kemudian harus ditingkatkan jumlah dan kualitasnya guna menyokong industri perekonomian di negeri ini.
            Pada dasarnya perjalanan pengembangan ekonomi kreatif di Indonesia sudah berjalan cukup lama. Berawal pada tahun 2005 kala itu pemerintah tergerak untuk mengembangkan industri berbasis warisan budaya, misalnya batik, tenun, atau kerajinan. Selepas itu setelah melakukan mengembangan dan dikaji, ternyata ekonomi kreatif tidak hanya berdasar pada warisan budaya dan kearifan lokal, melainkan juga mampu dikembangkan melalui teknologi dan apa saja yang dimaksud dengan industri kreatif hingga pada tahun 2011 berdiri Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang saat ini berganti menjadi Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf)
Sejatinya yang menjadi modal utama dalam industri bukan hanya soal warisan budaya serta kearifan lokal yang dimiliki, melainkan adalah orang kreatif. Hal ini merupakan keuntungan yang dimiliki Indonesia, mengingat besar potensi bonus demografi yang akan kita alami, ditunjukkan dengan banyaknya penduduk di usia muda atau usia produktif. Selain itu, dalam hal ini memang Indonesia juga diuntungkan karena kaya akan modal budaya, kearifan lokal, sumber daya alam, dan sebagainya.     
Potensi Ekonomi Kreatif
Ekonomi kreatif jika dimanfaatkan dan dikelola dengan baik tentu akan memberikan kontribusi yang luar biasa bagi pengaruh terhadap dunia perekonomian. Ekonomi kreatif merupakan industri yang dapat diubah (renewable) sehingga cenderung bertahan lama dengan mengikuti kebutuhan dalam dunia pasar. Selain itu ekonomi kreatif juga merupakan merupakan industri yang dapat menyatukan jalur ekonomi, budaya, dan pelestarian lingkungan hingga akhirnya bertemu dan saling bersinggungan. Maka dengan adanya pemahaman bahwa aktivitas kreatif penting karena dapat menjadi sumber peningkatan nilai dalam dunia industri/ekonomi melalui basis modal SDM, SDA, modal budaya, sosial, serta pemanfaatan teknologi, maka pembangunan melalui sektor industri ekonomi kreatif bukanlah hal yang sulit untuk dicapai. Dalam implementasinya apabila jalur ekonomi dilakukan dengan memanfaatkan ekonomi kreatif, maka secara tidak langsung sejatinya kita telah ikut melestarikan alam, warisan budaya, kearifan lokal serta ide-ide kratif bangsa yang erat kaitannya dengan kegiatan kreatif yang dijalankan. Selain itu juga dengan adanya kegiatan ekonomi kreatif akan membentuk suatu nation branding dan identitas suatu bangsa melalui produktivitas yang dihasilkan, serta tentu masih banyak sekali potensi yang akan dihasilkan dalam ekonomi kreatif.
Sumbangsih Ekonomi Kreatif terhadap PDB
            Ekonomi kreatif dinilai potensial dalam menggerakkan roda perekonomian domestik pada tahun-tahun mendatang. Bidang ini merupakan perwujudan nilai tambah kekayaan intelektual dan kreativitas manusia. Secara sederhana bidang ini merupakan perwujudan nilai tambah kekayaan intelektual melalui ide-ide kratif manusia. Gagasan kreatif yang muncul dapat berbasis pengetahuan, warisan budaya, kearifan lokal maupun pemanfaatan teknologi.
            Berdasarkan data yang dihimpun Bekraf yang bekerja sama denga Badan Pusat Statistik (BPS) diketahui, bahwa secara rinci, nilai ekonomi kreatif terhadap PDB sebesar Rp. 852,56 triliun pada tahun 2015, kemudian meningkat menjadi Rp. 992,59 triliun di tahun 2016, Rp. 1.009 triliun pada tahun 2017 dan selanjutnya meningkat sebesar Rp. 1.102 triliun di tahun 2018. Maka berdasarkan aktivitas bisnis di bidang ekonomi kreatif (ekraf) terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) menurut sumber (katadata.co.id). Pada tahun depan bidik senilai Rp. 1.200 triliun dari PDB nasional. Adapun tiga subsektor ekraf yang diperkiran tumbuh paling pesat adalah film, video, dan animasi, aplikasi, serta musik.
            Dengan melihat data statistik di atas kontribusi ekonomi kreatif bagi perekonomian Indonesia semakin memberikan kontibusi positif, terbukti dengan adanya angka terhadap sumbangsih PDB yang selalu meningkat dari tahun ke tahun, dan tentu industri ini akan semakin berkembang apabila dalam hal ini mampu dikelola dan dijalankan dengan baik. Maka menuangkan ide gagasan serta kreativitas merupakan modal utama untuk mendorong suatu inovasi yang akan menciptakan nilai tambah yang lebih tinggi.  Sebab ekonomi kreatif tidak akan terhabiskan atau mati selama orang kreatif masih menghasilkan ide-ide serta gagasan yang dituangkannya. 
       


 
Foto Fahmi Mubarok
 fahmimubarok17

Wednesday, February 6, 2019

Tiga Mahasiswa ITB AD Berangkat ke Thailand.

Tiga Mahasiswa ITB AD Berangkat ke Thailand

Foto Bersama sebelum berangkat ke Bangkok, Thailand

(Kamis, 07/02/2019) - Pelepasan 3 mahasiswa ITB AD sebelum berangkat Dalam rangka SIT-IN PROGRAM STUDY ABROAD 2019 yang di adakan atas kerjasama ITB Ahmad Dahlan Jakarta, Indonesia dengan Rajamangala University of Technology Krungthep International College Bangkok, Thailand. Ketiga mahasiswa tersebut yaitu :

1. Hilmawan Sayuqoni (Mahasiswa S1 Manajemen semester 3)
2. Wenny Nilasari (Mahasiswa S1 Akuntansi Semster 5)
3. Arif Hariyanto (Mahasiswa S1 Akuntansi Semester 3)

Mereka bertiga yang terpilih mewakili kampus ITB Ahmad Dahlan Jakarta untuk belajar selama 1 bulan yaitu dari 7 Februari 2019 s.d. 5 Maret 2019 di Rajamangala University of Technology Krungthep International College Bangkok, Thailand.

Kerjasama ini diharapkan menjadi awal peningkatan bibit bibit unggul mahasiswa ITB Ahmad Dahlan Jakarta di kancah International, yang dimana hal ini merupakan aksi nyata kampus ITB AD atas prestasi yang di perolehnya dengan perubahan nama kampus dari STIE AD menjadi ITB AD beberapa waktu lalu.

Ketiga mahasiswa ini juga tidak asal tunjuk oleh kampus ITB Ahmad Dahlan, tetapi melalui beberapa proses seleksi yang cukup ketat dengan para peserta lainnya, yang paling utama harus melalui seleksi tes ter tertulis dan lisan Bahasa Inggris yang diadakan oleh kampus ITB Ahmad Dahlan. Dua diantara ketiga mahasiswa tersebut dibiayai oleh Kampus ITB Ahmad Dahlan atas hasil nilai tes tertinggi ke 1 & ke 2 yaitu Wenny Nilasari dan Hilmawan Sayuqoni, sedangkan Arif Hariyanto biaya sendiri. Mulai hari ini (Kamis, 07/02/2019), mereka berangkat menuju Bangkok, Thailand yang di damping oleh Ibu Henny Mulyati, S.E, M.Comm selaku Dosen ITB Ahmad Dahlan Jakarta. (Tim Redaksi-Allwaysdream.com)


Berekspresi Menciptakan Manfaat Ekonomi

Berekspresi Menciptakan Manfaat Ekonomi
Penulis : Aldy Wirawan, H.C


www.goodnewsfromindonesia.id/
Anak Muda hari ini, dengan segala potensi yang dimiliki, dapat menciptakan ruangnya sendiri. Ruang yang akan menjadi karya mereka. Ruang tersebut diolah dan diciptakan berdasarkan apa yang menjadi buah pikir dan tindakan produktif yang mereka kelola sendiri.

Sehingga kewenangan untuk berfikir dan bertindak menjadi luas dan tak terbatas, serta keresahan atas rendahnya demokratisasi atasan di perusahaan tidak akan ada lagi.

Coba bayangkan, anak muda akan terus memunculkan imajinasi untuk menciptakan imajinasi untuk menciptakan karya – karya kreatif mereka. Karya yang bebas tidak hanya melunasi hasrat berfikir dan bertindak. Akan tetapi juga dapat menciptakan manfaat ekonomi bagi mereka.

Dalam hal ini kita bisa meyakinkan bahwa koperasi bisa menjadi solusi alternatif untuk menjadi bagian dari ruang bebas berfikir dan bertindak bagi anak muda tersebut.
Karena dalam koperasi, juga menciptakan manfaat ekonomi bagi anak muda melalui bisnis yang akan dikelolalanya.

Koperasi  akan menjadi alat yang canggih bagi anak muda dengan segala keunikan karakter untuk menghadapi bonus demografi. Dalam koperasi, semua anggota koperasi memiliki hak yang sepadan untuk memberikan gagasan. Koperasi juga akan menjadi kendaraan yang cukup menciptakan manfaat ekonomi bagi anak muda. Sekaligus menjadi alat untuk memenuhi kebutuhannya.
Yang mana kita tahu, salah satu kebutuhan penting yang perlu dipenuhi oleh anak muda adalah pendidikan yang sesuai dengan potensi dan karaternya.

Akan tetapi, ada keliruan dalam model pendidikan hari ini. Yakni pendidikan di pandang sebagai semata – mata bisnis
Tempat dimana orang cari untung dari orang yang hendak cari ilmu. Maka apabila hari ini marak terjadi kapitalisasi pendidikan, mengapa tidak dengan koperasi pendidikan?

Terlepas pendidikan adalah bagian dari social service, apabila melihat hari ini saya akan mengatakan bahwa pendidikan juga tak lepas dari kepentingan komersialisasi. Sebenernya saya sangat menyayangkan atas sistem yang terserktur untuk benar – benar menjadikan bahwa pendidikan juga bagian komersil.
Bagaimana jika logika yang kita bangun adalah anak muda dapat memenuhi kebutuhan pendidikan dan membiayi biaya tersebut secara mandiri melalui ruang yang mereka ciptakan sendiri?
Misalnya terkumpullah beberapa anak muda, lalu mereka saling memeberikan ide dan mengimplentasikan ide tersebut menjadi karya. Karya tersebut dapat berbentuk kampus berbasis koperasi.

Koperasi ini selain menyediakn akses pendidikan kepada anggotanya, juga menciptakan bisnis yang sesuai dengan kebutuhan pelayanan pendidikan dan kebutuhan anggotanya.
Dana – dana yang terkumpulkan tersebut bukan untuk membiayai operasional pendidikan kampus tersebut. Melainkan dana tersebut digunakan untuk sebagai modal bisnis yang dilakukan oleh anak muda tersebut.

 Kemudian barulah untuk yang didapatkan dari perputaran bisnis yang mereka lakukan digunakan membiayai operasional di kampus tersebut.

Ragam bisnis dapat dijalankan oleh anak muda tersebut, sesuai imajinasi dan karya suka – suka versi mereka. Mereka bebas berekpresi untuk menciptakan ruang – ruang bisnis dan karya barunya. Paling tidak , kebutuhan dasar pendidikan dan ekonomi mereka dapat terpenuhi oleh ruang yang mereka ciptakan atas dari imajinasi yang juga mereka ciptakan sendiri.

Bukan hanya manfaat proses dari aktifitas ruang tersebut, misalkan manfaat kecerdasan karena aktifitas kampus. Akan tetapi, mereka terus mendapatkan manfaat ekonomi melalui hasil usaha yang didapatkan dari proses yang dilakukan oleh kampus tersebut.

Didalam kampus tersebut, akan ditemukan dengan mudah laboratorium berfikir bagi anak muda yang juga menjadi anggota koperasi tersebut, ruang dikursus, ruang penciptaan karya – karya kreatif selanjutnya yang terus menerus akan menciptakan pembaharuan. Sebaliknya, di kampus tersebut akan sulit menemukan anak muda yang sulit mengakses pendidikan karena alasan terbatasnya kemampuan ekonomi, demonstrasi karena biaya kuliah yang mahal, demonstrasi transparansi pengelolaan dana pendidikan yang telah di bayarkan uang kuliah, dan polemik remeh – temeh lainnya. (Terbit, TangselPos, Edisi Kamis (7/02/2019)


Picture Koran TangselPos Edisi Kamis, 07/02/2019


Writer :
Aldy Wirawan, H.C
 aldoet_schatzi

Kader KOPERASI MAHASISWA ITB-AD

Tuesday, February 5, 2019

MEMBANGUN KESADARAN EKONOMI KOPERASI

MEMBANGUN KESADARAN EKONOMI KOPERASI
Penulis : Aldy Wirawan, H.C

www.google.com

Seperti apa kondisi perkoperasian kita sekarang? Ke mana arahnya?

Ada 3 sistem ekonomi yang berbeda berdasarkan kesamaan-kesamaan hakiki yang terdapat dalam struktur pembuatan keputusan, struktur infomasi dan motivasi pada perekonomian Negara-negara industri.

Sistem perekonomian swasta atau kapitalis, misalnya Amerika Serikat, Republik Federasi Jerman, dan Negara-negara industri Barat lainnya termasuk Jepang.

Sistem perekonomian sosialis yang direncanakan dari pusat, misalnya Republik Demokrasi Jerman dan Uni Soviet.

Sistem perekonomian pasar sosialis dengan pemilikan masyarakat (Yugoslavia) atau denagn pemiliakn Negara (Hongaria) yang telah dikembangkan berdasarkan pengalaman-pengalaman negatif yang diperoleh dari penerapan bentuk perencanaan administratif dari pusat atau berbagai kegiatan ekonomi dan atas berbagai proses pembangunan.

PRINSIP KOPERASI
Merujuk pada Undang-Undang Nomor 25 tahun 1992, prinsip-prinsip koperasi adalah:
1. Keanggotaanbersifat sukarela dan terbuka. 
2. Pengelolaan dilakukan secara demokratis. 
3. Pembagian SHU dilakukan secara adil sebanding dengan besarnya jasa usaha masing-masing anggota.
4. Pemberian balas jasa yang terbatas terhadap modal.
5. Kemandirian. 
6. Pendidikan perkoperasian.
7. Kerjasama antar koperasi

Koperasi merupakan badan usaha bersama yang bertumpu pada prinsip ekonomi kerakyatan yang berdasarkan atas asas kekeluargaan. Berbagai kelebihan yang dimiliki oleh koperasi seperti efisiensi biaya serta dari peningkatan economies of scale jelas menjadikan koperasi sebagai sebuah bentuk badan usaha yang sangat prospekrif di Indonesia. Namun, sebuah fenomena yang cukup dilematis ketika ternyata koperasi dengan berbagai kelebihannya ternyata sangat sulit berkembang di Indonesia. Koperasi bagaikan mati suri dalam 15 tahun terakhir. Koperasi Indonesia yang berjalan di tempat atau justru malah mengalami kemunduran.

         Pasang-surut Koperasi di Indonesia dalam perkembangannya mengalami pasang dan surut. Saat ini pertanyaannya adalah “Mengapa Koperasi sulit berkembang?” Padahal, upaya pemerintah untuk memberdayakan Koperasi seolah tidak pernah habis. Bahkan, bisa dinilai, mungkin amat memanjakan. Berbagai paket program bantuan dari pemerintah seperti kredit program: KKop, Kredit Usaha Tani (KUT), pengalihan saham (satu persen) dari perusahaan besar ke Koperasi, skim program KUK dari bank dan Kredit Ketahanan Pangan (KKP) yang merupakan kredit komersial dari perbankan, Permodalan Nasional Madani (PNM), terus mengalir untuk memberdayakan gerakan ekonomi kerakyatan ini. Tak hanya bantuan program, ada institusi khusus yang menangani di luar Dekopin, yaitu Menteri Negara Urusan Koperasi dan PKM (Pengusaha Kecil Menengah), yang sebagai memacu gerakan ini untuk terus maju. Namun, kenyataannya, Koperasi masih saja melekat dengan stigma ekonomi marjinal, pelaku bisnis yang perlu “dikasihani”.
Sebenarnya, secara umum permasalahan yang dihadapi koperasi dapat di kelompokan terhadap 2 masalah. Yaitu :

Permasalahan Internal
•   Kebanyakan pengurus koperasi telah lanjut usia sehingga kapasitasnya terbatas;
•         Pengurus koperasi juga tokoh dalam masyarakat, sehingga “rangkap jabatan” ini menimbulkan akibat bahwa fokus perhatiannya terhadap pengelolaan koperasi berkurang sehingga kurang menyadari adanya perubahan-perubahan lingkungan;
•        Bahwa ketidakpercayaan anggota koperasi menimbulkan kesulitan dalam memulihkannya;
•          
      Oleh karena terbatasnya dana maka tidak dilakukan usaha pemeliharaan fasilitas (mesin-mesin), padahal teknologi berkembang pesat; hal ini mengakibatkan harga pokok yang relatif tinggi sehingga mengurangi kekuatan bersaing koperasi;

•         Administrasi kegiatan-kegiatan belum memenuhi standar tertentu sehingga menyediakan data untuk pengambilan keputusan tidak lengkap; demikian pula data statistis kebanyakan kurang memenuhi kebutuhan
       Kebanyakan anggota kurang solidaritas untuk berkoperasi di lain pihak anggota banyak berhutang kepada koperasi;

•         Dengan modal usaha yang relatif kecil maka volume usaha terbatas; akan tetapi bila ingin memperbesar volume kegiatan, keterampilan yang dimiliki tidak mampu menanggulangi usaha besar-besaran; juga karena insentif rendah sehingga orang tidak tergerak hatinya menjalankan usaha besar yang kompleks.

Permasalahan eksternal
•         Bertambahnya persaingan dari badan usaha yang lain yang secara bebas memasuki bidang usaha yang sedang ditangani oleh koperasi;

•         Karena dicabutnya fasilitas-fasilitas tertentu koperasi tidak dapat lagi menjalankan usahanya dengan baik, misalnya usaha penyaluran pupuk yang pada waktu lalu disalurkan oleh koperasi melalui koperta sekarang tidak lagi sehingga terpaksa mencari sendiri.

•         Tanggapan masyarakat sendiri terhadap koperasi; karena kegagalan koperasi pada waktu yang lalu tanpa adanya pertanggungjawaban kepada masyarakat yang menimbulkan ketidakpercayaan pada masyarakat tentang pengelolaan koperasi;

•         Tingkat harga yang selalu berubah (naik) sehingga pendapatan penjualan sekarang tidak dapat dimanfaatkan untuk meneruskan usaha, justru menciutkan usaha.

Selain itu Koperasi sulit berkembang diantara lain disebabkan oleh :
•         Kurangnya Promosi dan Sosialisasi
Promosi diperlukan agar masyarakat tahu tentang koperasi tersebut. Pemerintah dengan gencarnya melalui media massa mensosialisasikan Koperasi kepada masyarakat namun jika sosialisasi hanya dilakukan dengan media massa mungkin hanya akan “numpang lewat” saja. Memang benar dengan mensosialisasikan melalui media massa akan lebih efektif untuk masyarakat mengetahuinya, namun dengan sosialisasi secara langsung untuk terjun kelapangan akan lebih efektif karena penyampaian yang lebih mudah dipahami. Dalam masalah promosi barang yang dijual di suatu koperasi juga mengalami kendala seperti kurangnya promo yang ditawarkan dan kurang kreatifnya koperasi untuk mempromosikan sehingga minat masyarakat juga berkurang untuk dapat ikut serta dalam koperasi.

•         Kesadaran Masyarakat Untuk Berkoperasi Masih Lemah
Masyarakat masih sulit untuk sadar berkoperasi, terutama anak-anak muda. Kesadaran yang masih lemah tersebut bias disebabkan kurang menariknya koperasi di Indonesia untuk dijadikan sebagai suatu usaha bersama. Selain itu para pemuda-pemudi lebih sukamenghabiskan waktu di luar daripada melakukan kegiatan didalam koperasi karena bagi pemuda terkesan “Kuno”.

•         Harga Barang di Koperasi Lebih Mahal Dibandingkan Harga Pasar
Masyarakat jadi enggan untuk membeli barang dikoperasi karena harganya yang lebih mahal dibandingkan harga pasar. Bagi masyarakat Indonesia konsumen akan memilih untuk membeli suatu barang dengan harga yang murah dengan kualitas yang sama atau bahkan lebih baik dibandingkan dengan koperasi. Dengan enggannya masyarakat untuk bertransaksi di koperasi sudah pasti laba yang dihasilkan oleh koperasi-pun sedikit bahkan merugi sehingga perkembangan koperasi berjalan lamban bahkan tidak berjalan sama sekali.

•        Sulitnya Anggota Untuk Keluar dari Koperasi
Seorang anggota koperasi maupun pemilik koperasi akan sulit untuk melepaskan koperasi tersebut, kenapa ? Karena sulitnya menciptakan regenerasi dalam koperasi. Dengan sulitnya regenerasi maka seseorang akan merasa jenuh saat terlalu dalam posisi yang ia tempati namun saat ingin melepaskan jabatannya sulit untuk mendapatkan pengganti yang cocok yang bias mengembangkan koperasi tersebut lebih lanjut.

•          Kurang Adanya Keterpaduan dan Konsistensi
Dengan kurang adanya keterpaduan dan Konsistensi antara program pengembangan koperasi dengan program pengembangan sub-sektor lain, maka program pengembangan sub-sektor koperasi seolah-olah berjalan sendiri, tanpa dukungan dan partisipasi dari program pengembangan sektor lainnya.

•          Kurang Dirasakan Peran dan Manfaat Koperasi Bagi Anggota dan Masyarakat
Peran dan Manfaat koperasi belum dapat dirasakan oleh anggotanya serta masyarakat karena Koperasi belum mampu meyakinkan anggota serta masyarakat untuk berkoperasi dan kurang baiknya manajemen serta kejelasan dalam hal keanggotaan koperasi.
Hal-hal tersebut merupakan factor yang mempengaruhi mengapa Koperasi sulit untuk berkembang, maka setiap koperasi dibutuhkan untuk mengelola koperasi tersebut dengan benar yang sesuai dengan fungsinya sebagai koperasi agar dapat berjalan dengan baik. (Terbit, Koran TangselPos, Edisi Senin (04/02/2019)


koran TangselPos

Writer :
Aldy Wirawan, H.C
 aldoet_schatzi

Kader KOPERASI MAHASISWA ITB-AD