Tuesday, July 16, 2019

Seruan Aksi!! Demo Gabungan antar Lembaga Mahasiswa Selasa 16 Juli 2019

Aksi Demo Gabungan antar Lembaga Mahasiswa Selasa 16 Juli 2019

Poster Seruan Aksi 16 Juli 2019 (Sumber Jejaring Sosial)

Situasi Orasi Mahasiswa di depan Istana Negara
Aliansi Mahasiswa 16 JULI BERDARAH (BERGERAK DARI HATI)
HIDUP MAHASISWA!!!
HIDUP RAKYAT INDONESIA!!!

Selasa, 16 Juli 2019 dilaksanakan Aksi Demo oleh gabungan lembaga Mahasiswa diantaranya Serikat Mahasiswa Paramadina, Universitas Islam Jakarta (UIJ), UNINDRA, UHAMKA, UIN Jakarta, UMJ, ITB Ahmad Dahlan, TRISAKTI, UNIAT, STEBANK. Seruan Aksi ini bertema 16 Juli Berdarah (Bergerak Dari Hati), Bergerak Ke Istana "Kalau semua pada akhirnya rekonsiliasi, Biar Mahasiswa yang jadi oposisi" dengan tujuan utamanya yaitu menuju ke Istana Negara.

Gejolak Perekonomian negara yang permai ini tak kunjung usai, hutang yang terus bertambah hingga mencapai angka Rp 5.520 triliun. solusi hutang yang dilakukan negara ini sudah menjadi hal yang wajar dilakukan oleh pemerintah untuk menutupi defisit APBN setiap tahunnya. Akan tetapi hutang ini menjadi suatu hal yang salah bila pengelolaannya tidak tertib sesuai dengan amanat undang-undang yang berlaku, terlebih tidak memperhatikan rasa keadilan dan kepatutan. Kemudian yang menjadi pertanyaan publik adalah kemana alokasi dana yang pinjam negara sampai Ribuann Triliun tersebut dan bagaimana tanggung jawab terhadap pengembaliannya?

Peningkatan utang tentu tak lepas dari ekspansi belanja pemerintah yang tak diiringi oleh peningkatan penerimaan pajak. Baru baru ini pemerintah memberikan diskon pajak sebesar 300% kepada pengusaha. Diskon pajak yang diberikan seringkali tidak menghasilkan efek positif yang diharapkan. Bahkan seringkali diskon pajak tersebut bersifat redundant (mubazir), di mana sebenarnya tanpa diskon pajak investasi tetap akan masuk, sehingga pada akhirnya diskon pajak yang diberikan hanya menjadi windfall (durian runtuh) bagi investor, tanpa memberikan manfaat yang seimbang bagi negara. Masuk akal apabila terdapat dugaan bahwa rentetan kebijakan diskon pajak yang diberlakukan oleh pemerintahan Jokowi dianggap politik balas jasa pada pengusaha pendukung petahana.

Tentu hal ini harus dihindari dan tidak boleh terjadi di negara yang saat ini sedang tidak baik-baik saja. Terlebih lagi Hutang negara akan ditanggung oleh kami mahasiswa generasi muda bangsa, padahal yang berhutang adalah pemerintahan saat ini yang haus dengan ambisi politik golongannya.

Dengan aksi 16 Juli 2019 kemarin, dari Gabungan Aliansi Mahasiswa menyampaikan tuntutannya sebagai berikut :

Kami menuntut kepada pemerintah :

1. EKONOMI 
1. Menolak kebijakan pemerintah mengenai pemberian diskon pajak sebesar 300% terhadap pengusaha
2. Hentikan problema hutang negara yang tak kunjung usai
3. Stop impor berlebihan

2. KEMANUSIAAN 
1. Menuntut pemerintah agar kiranya memberikan hak-hak yang setimpal untuk keluarga korban KPPS.
2. Usut tuntas kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan
3. Usut tuntas kasus HAM berat di Indonesia

3. PENDIDIKAN 
1. Tuntut pemerataan fasilitas pendidikan di seluruh Indonesia
2. Tolak sistem zonasi pendidikan

Bila tuntutan ini tidak dipenuhi, maka kami pastikan sikap dan kebijakan-kebijakan pemerintah saat ini yang tersebut diatas bertentangan dengan cita cita pendiri bangsa melalui pancasila dan UUD 1945. (*Aksi 16 Juli 2019)

0 comments:

Post a Comment